DLH Batam Siapkan Strategi Komprehensif untuk Atasi Permasalahan Sampah

DLH Batam Siapkan Strategi Komprehensif untuk Atasi Permasalahan Sampah

TPA Punggur. (Foto: Asrul/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengumumkan serangkaian strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi persoalan utama di Kota Batam. Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat terkait masalah pengangkutan sampah dalam beberapa hari terakhir.

Kepala DLH Batam, Herman Rozie, dalam wawancara pada Jumat, 21 Februari 2025, memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana penanganan bertahap, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

"Kita ada beberapa shift pengangkutan. Shift yang tidak berjalan, kita jalankan. Mobil kita itu ya kerjanya hampir 24 jam," jelas Herman.

Baca juga: Mahasiswa GMNI Batam Audiensi dengan DLH Bahas Solusi Permasalahan Sampah yang Kian Meningkat

Dalam upaya jangka pendek, DLH Batam memfokuskan pada optimalisasi sistem pengangkutan sampah dengan pengoperasian armada secara maksimal selama 24 jam. Langkah inovatif juga ditempuh dengan menjalin kerja sama bersama pengurus masjid untuk mengajak jamaah menjaga kebersihan, khususnya setelah pelaksanaan salat Jumat.

Untuk penguatan operasional, DLH merencanakan pengadaan sarana prasarana tambahan yang mencakup kendaraan operasional seperti pickup, armroll, dan compactor. Selain itu, akan dilakukan penambahan tempat sampah (bin) serta pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

"Jangka menengah itu lah pengadaan amrol 14 dan 2 dump truk itu lah, dan nanti ada 40 bin kontainer," ungkap Herman.

Dalam rencana jangka menengah, DLH akan memperkuat kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat UPTD, termasuk pengadaan alat berat, pembuatan bak lindi, dan perbaikan akses jalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pembangunan cell baru di TPA juga masuk dalam agenda untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

Baca juga: Ternyata Batam Belum Miliki TPS Resmi, Masih Andalkan Buffer Zone untuk Kontainer Sampah

Sementara untuk jangka panjang, Kota Batam telah memiliki kajian pengelolaan sampah berbasis energi (waste to energy). "Jangka panjang kita sudah punya kajian, termasuk ada kita kerjasama untuk waste to energy, kita selesaikan step by step," terang Herman.

Dia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan permasalahan jangka pendek mengingat tingginya harapan masyarakat akan solusi cepat. "Kalau yang di depan ini selesai, otak kita lebih tenang untuk berpikir ke tahap selanjutnya. Karena masyarakat tidak sabar menunggu solusi jangka pendek," tutupnya.

DLH juga berencana mengimplementasikan sistem sanitary landfill, meningkatkan program sosialisasi, serta menerapkan penegakan hukum yang lebih ketat bagi pelanggar aturan pengelolaan sampah.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :