Kronologi Keributan di Cafe Leko Tanjungpinang Berujung Maut, Serda Doni Tewas Ditikam
Ilustrasi
Tanjungpinang, Batamnews – Sebuah insiden keributan di Cafe Leko, Tanjungpinang, berujung tragis dengan tewasnya seorang anggota TNI AL, Serda Doni Laksono. Peristiwa ini terjadi pada Minggu dini hari dan melibatkan beberapa personel militer dari berbagai satuan.
Menurut sumber yang mengetahui kejadian ini, insiden bermula ketika seorang anggota Kogabwilhan bernama Serda Robi memecahkan botol minuman di atas meja. Pecahan botol tersebut mengenai salah satu anggota Koarmada I, yang kemudian memicu ketegangan di lokasi.
Setelah insiden pemecahan botol, Serda Robi langsung meninggalkan tempat kejadian. Namun, anggota Koarmada yang berada di lokasi melihat Prada Yulius Henokh Supusepa, seorang anggota Yonif 136/Tuah Sakti, juga sedang minum di tempat yang sama. Diduga terjadi kesalahpahaman, dan anggota Koarmada mengira bahwa Prada Yulius Henokh Supusepa adalah pelaku yang memecahkan botol tersebut.
Tanpa klarifikasi lebih lanjut, sekitar 15 anggota Koarmada I langsung melakukan pengeroyokan terhadap Prada Yulius Henokh Supusepa. Pengeroyokan berlangsung dari lantai tiga hingga lantai satu Cafe Leko. Korban mengalami luka-luka akibat serangan tersebut dan dalam keadaan babak belur.
Baca juga: Kronologi Duel Maut di Cafe Leko Tanjungpinang yang Berujung Satu Anggota TNI AL Meninggal Dunia
Dalam situasi yang semakin memanas dan kalah jumlah, Prada Yulius Henokh Supusepa mengeluarkan pisau karambit dan menikam salah satu anggota Koarmada I, yaitu Serda Doni Laksono. Serangan tersebut menyebabkan Serda Doni mengalami pendarahan parah.
Melihat kondisi Serda Doni yang bersimbah darah, rekan-rekan sesama anggota Koarmada I segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, setelah tiba di rumah sakit, Serda Doni Laksono dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang dideritanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak militer dan diharapkan dapat segera diusut tuntas guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Komentar Via Facebook :