Lahan Seluas 3 Hektar di Southlink, Batam, Ludes Terbakar, Tiga Unit Damkar Dikerahkan
Petugas Pemadam kebakaran BP Batam sedang melakukan pemadaman terhadap lahan yang terbakar di kawasan Southlink, Sekupang, Kota Batam, pada hari Rabu (19/02/2025) sekitar pukul 17.30 Wib. (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, api melalap habis lahan seluas sekitar 3 hektar di kawasan Southlink, Sekupang, pada Rabu, 19 Februari 2025 sekitar pukul 17.30 WIB.
Koordinator Pemadam Kebakaran BP Batam Pos Duri Angkang, Tarigan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa kobaran api cukup besar sehingga pihaknya harus mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
"Iya benar, kejadian sekitar pukul 17.30 WIB. Lahan yang habis terbakar kira-kira seluas 3 hektar," ujar Tarigan saat diwawancarai oleh batamnews.co.id.
Baca juga: 65 Orang Ditangkap Dalam Waktu Tiga Minggu di Batam, Terlibat Peredaran Barang Haram
Untuk mempercepat proses pemadaman, BP Batam menurunkan dua unit mobil damkar dari Pos Duri Angkang dan satu unit tambahan dari Pos Sekupang.
"Tadi dikerahkan tiga unit mobil damkar. Dua unit dari BP Batam Pos Duri Angkang dan satu unit dari Pos Sekupang," jelas Tarigan.
Meski api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api serta total kerugian akibat peristiwa ini.
"Untuk penyebab kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan," tambahnya.
Baca juga: TKA China Mendominasi Jumlah Tenaga Kerja Asing di Batam
Sebagai langkah pencegahan, Tarigan mengimbau masyarakat Batam untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim panas yang kerap memicu kebakaran lahan dan hutan.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, karena hal ini bisa berpotensi menimbulkan kebakaran besar yang merugikan banyak pihak," tegasnya.
Peristiwa kebakaran lahan seperti ini bukanlah yang pertama terjadi di Batam. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Komentar Via Facebook :