Warga Komplek Ruko Tanah Mas Keluhkan Jalan Sempit dan Debu yang Mengganggu

Warga Komplek Ruko Tanah Mas Keluhkan Jalan Sempit dan Debu yang Mengganggu

Ruko Komplek Tanah Mas, Sei Panas, Batam Kota, Batam, Kerap alami kemacetan dan polusi udara. (foto. batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Warga Komplek Ruko Tanah Mas, Sei Panas, Batam Kota, mengeluhkan kondisi jalan yang sempit serta debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Laksamana Bintan semakin memperparah situasi, terutama pada jam sibuk saat berangkat dan pulang kerja.

"Kami sangat terganggu dengan jalan yang sempit dan debu. Kemacetan sering terjadi di sini, apalagi pada pagi dan sore hari," ujar Win, salah satu warga, saat diwawancarai pada Rabu, 19 Februari 2025.

Menurut Win, kemacetan ini tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga pada para pemilik usaha di Komplek Ruko Tanah Mas. 

Baca juga: TKA China Mendominasi Jumlah Tenaga Kerja Asing di Batam

Banyak pelanggan yang enggan datang karena akses jalan yang sulit, sehingga berpengaruh pada pendapatan mereka. Selain itu, keberadaan dua sekolah di sekitar kawasan ini juga memperparah kemacetan lalu lintas, terutama pada saat antar-jemput anak sekolah.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera melakukan pelebaran jalan sebagai solusi utama untuk mengurai kemacetan dan mengurangi polusi debu. 

Namun, upaya ini diprediksi akan sulit terealisasi karena adanya pagar seng berwarna biru yang berdiri kokoh di pinggir jalan. Lahan yang dibatasi pagar tersebut rencananya akan dibangun menjadi sederet ruko oleh sebuah perusahaan di Batam.

"Kami melihat akan sulit bagi pemerintah untuk memperlebar jalan karena ada pagar seng biru itu. Jika pembangunan ruko tetap berjalan, kami khawatir kawasan ini akan semakin macet dan penuh debu," tambah Win.

Warga Komplek Ruko Tanah Mas meminta pemerintah untuk turun tangan membongkar pagar seng biru tersebut agar pelebaran jalan tetap bisa dilakukan.

Baca juga: Amsakar Achmad Tegaskan Fokus pada Tata Ruang dan Investasi, Apakah Bakal Ada Perombakan di BP Batam?

"Kami selaku warga meminta agar pagar seng biru itu dibongkar sehingga pelebaran jalan dapat dilakukan. Lagi pula, pagar seng ini diduga berdiri di buffer zone," ungkap Win.

Win bersama warga lainnya juga berharap adanya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, terutama para pelaku usaha yang terdampak langsung oleh kondisi ini. 

"Kami warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini demi kenyamanan bersama," harap Win.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :