Pemko Batam Pastikan Nasib Tenaga Honorer Aman, Targetkan Perekrutan Menjadi PPPK dan Pekerja Paruh Waktu
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Di tengah kekhawatiran nasional terkait nasib tenaga honorer akibat kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan angin segar dengan memastikan keamanan posisi seluruh tenaga honorernya. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, dalam pernyataannya pada Selasa, 18 Februari 2025.
"Kami telah menyiapkan strategi khusus untuk para tenaga honorer. Mereka akan direkrut menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), dan bagi yang belum lulus akan diarahkan menjadi pekerja paruh waktu. Anggaran untuk program ini sudah disiapkan dalam APBD," jelas Jefridin.
Berbeda dengan beberapa daerah lain yang terpaksa merumahkan tenaga honorer karena penyesuaian anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, Pemko Batam mengambil langkah strategis dalam melakukan efisiensi anggaran. Pemangkasan anggaran sekitar Rp 60 miliar difokuskan pada belanja pendukung seperti perjalanan dinas, konsumsi, alat tulis kantor (ATK), dan kegiatan di hotel, tanpa mengorbankan pelayanan publik dan kesejahteraan tenaga honorer.
Baca juga: Cara Cek Biaya Pelunasan Haji 1446 H/2025 M dengan Mudah melalui Aplikasi Haji Pintar
Jefridin menegaskan bahwa jumlah tenaga honorer di Batam yang tidak mencapai seribu orang ditargetkan dapat diselesaikan statusnya dalam tahun ini.
"Target kita tahun ini harus selesai," ujarnya optimis.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kesejahteraan pegawai, sekaligus memastikan kelancaran pelayanan publik tetap terjaga. Langkah ini juga memberikan kepastian masa depan bagi para tenaga honorer di Kota Batam.
Sementara itu, meskipun dilakukan pemangkasan anggaran yang cukup signifikan, Pemko Batam memastikan bahwa kegiatan utama pemerintahan tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu.
Komentar Via Facebook :