Warga Tanjungpinang Resah, Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pasaran

Warga Tanjungpinang Resah, Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pasaran

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews – Warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), kembali dihebohkan dengan peredaran uang palsu di pasaran. Kali ini, uang palsu dengan pecahan Rp100 ribu ditemukan oleh seorang pedagang di sekitar Masjid Agung Tanjungpinang.

Kabar ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah salah satu warga, Ratna Yulita, membagikan pengalaman tidak menyenangkan tersebut di grup Facebook Info Pinang.

"Uang palsu merajalela. Lokasi Jalan Masjid Tanjungpinang Kepri. Kedai dekat Masjid Raya," tulis Ratna dalam unggahannya.

Dalam unggahan tersebut, Ratna juga menyebutkan ciri-ciri terduga pelaku yang menggunakan modus berbelanja dan menukar uang. "Cirinya laki-laki perkiraan usia mendekati 60. Brewokan. Astaghfirullah. Semoga bapak yang bayar pakai uang ini segera Allah tegur," lanjutnya.

Baca juga: Delapan Anak Jalani Visum, DP3APM Pastikan Pendampingan Psikologis untuk Korban Pelecehan Pelatih Voli di Tanjungpinang

Ia menambahkan bahwa awalnya sudah merasa curiga dengan kondisi uang yang diberikan. Tulisan pada uang terlihat kabur, sehingga ia meminta si pelaku untuk menukarnya dengan yang lain. Namun, pria tersebut justru mengeluarkan segepok uang pecahan Rp100 ribu yang juga mencurigakan.

"Pertama saya sudah feeling dari tulisan kabur, terus saya minta tukar lain. Dikeluarkan segepok merah semua. Setelah saya kasih kembalian, dia bilang mau tukar lagi Bu. Saya jawab Wallahualam. Jika bapak muslim pasti mengerti artinya," tambah Ratna.

Saat ditemui, Ratna menjelaskan bahwa pria tersebut datang menggunakan mobil, mengenakan baju merah dan celana training. Saat kejadian, ia tengah sendirian di kedainya, sehingga memilih untuk diam dan tidak mempertanyakan lebih lanjut karena khawatir terjadi sesuatu.

"Dia bawa mobil. Pakai baju merah, pakai celana training," tuturnya, Rabu (12/2/2025).

Hingga kini, Ratna mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Kasus peredaran uang palsu ini bukan yang pertama kali terjadi di Tanjungpinang. Sebelumnya, kejadian serupa juga dialami oleh seorang pedagang gorengan di Jalan Ganet, Lita Nabil.

Baca juga: Kisah ZQ: Kabur dari China, Ditolak di Thailand, dan Ditangkap di Indonesia karena Masuk Ilegal

Lita mengaku menjadi korban penipuan dengan uang palsu pecahan Rp100 ribu pada Jumat (7/12/2025). Saat itu, ia tidak menyadari bahwa uang yang diterimanya palsu hingga sampai di rumah dan menghitung hasil penjualan.

Kasus peredaran uang palsu ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan warga. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak berwajib terkait kasus terbaru di sekitar Masjid Agung Tanjungpinang.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan selalu mengecek keaslian uang yang diterima dengan cara menerawang, meraba, dan melihat tanda keamanan seperti gambar pahlawan dan logo BI. Jika menemukan dugaan uang palsu, warga disarankan segera melaporkan ke pihak kepolisian atau Bank Indonesia untuk menghindari semakin meluasnya peredaran uang palsu di Tanjungpinang.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :