Menteri Darmin: Status Batam Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Transisi 3-6 Bulan
Konferensi pers Menko Perekonomian Darmin Nasution di Batam. (foto: jim)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam rapat kabinet terbatas telah diputuskan bahwa Batam akan mengarah pada kawasan investasi.
"Di kawasan pemukiman kita tidak akan mengubah atau mengurangi fasilitas yang sudah ada, baik fasilitas kepada investasi maupun fasilitas kepada penduduk. Cuma kita ingin daerah pemukiman tidak masuk lebih luas ke kawasan investasi,"tegas Darmin di acara sosialisasi pengembangan kawasan Pulau Batam di Grand Ballroom Lantai II Hotel Swiss Bell Harbour Bay, Senin (14/3/2016).
Menurut Darmin, pemerintah ingin mengembangkan Batam sebagai kawasan ekonomi khusus jadi sekarang belum ke sana karena masih transisi. Masa transisi ini akan berlangsung selama 3-6 bulan mendatang.
"Dalam masa transisi akan ada audit menyeluruh, baik terhadap aset maupun kinerja.Audit ini akan dilakukan paling lama dalam 10 hari mendatang"ujarnya.
"Dengan desain seperti itu,kita akan bisa berdiri tegak di hadapan negara negara lain dan kita harus bangun Batam sebagai Kawasan yang bisa dibanggakan,"pungkasnya.
Agar tidak terjadi tumpang tindih, karena dengan sistem KEK, kepala daerah ikut serta mengaturnya melalui badan operasional yang terbentuk itu.
"Jangan dilihat rumitnya. Batam itukan seperti republik baru merdeka yang mulai dirancang pembangunannya sejak awal. Tapi tidak mau mengakui kalau namanya satu kawasan bercampur antara pemukiman dan investasi, hasilnya rumit. Dengan KEK ini, maka nanti kepala daerah seperti wali kota ikut mengurusi ini, selain mengurus soal administrasi kependudukan sehari-harinya," kata Darmin.
Ia mencontohkan KEK Sei Mangke, dimana Bupati ikut teribat dengan memberikan otoritas kepada badan operasionalnya.
"Jadi Pemdanya memberikan otoritas kewenangan kepada BP yang mengurusi di kawasan itu. Jadi tidak akan ada gangguan otonomi daerah ke depannya. Nanti kita menggunakan UU KEK. UU itukan dibuat untuk semua daerah yang mau dikembangkan dengan KEK, baik di Sei Mangke dan kawasan lain," tutur dia.
Acara sosialisasi pengembangan kawasan Pulau Batam dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri ATR/Ketua BPN Fery Musyidaan Baidan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Kepri HM Sani, Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun serta para pejabat di lingkungan Provinsi Kepri dan Kota Batam serta para pejabat BP Batam.
(jim)
Komentar Via Facebook :