Banyak Baliho Kampanye Pasangan Calon Gunakan Kayu Bakau, Akar Bhumi Indonesia Bersuara
Kayu yang menggunakan pohon bakau digunakan untuk baliho pasangan calon kepala daerah.
Batam, Batamnews - Komunitas pecinta lingkungan Akar Bhumi Indonesia mengungkap temuan mengejutkan terkait penggunaan kayu bakau (Rhizophora) sebagai material baliho kampanye salah satu pasangan calon (paslon) pada Pilkada Kepri dan Batam.
Berdasarkan pantauan pada Rabu, 13 November 2024, ratusan baliho berbahan kayu bakau ditemukan terpasang di sepanjang jalur dari Batu Aji hingga Simpang Jam.
Kayu yang digunakan memiliki diameter antara 2 hingga 4 inci, dengan perkiraan usia pohon berkisar antara 8 hingga 20 tahun.
"Ini adalah bakau, ya, dengan usia sekitar 8 tahun. Kita menemukan banyak baliho ini dari Batu Aji hingga Kepri Mall," ungkap salah satu pengurus Akar Bhumi Indonesia.
Temuan ini dinilai bertentangan dengan upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang sedang gencar dilakukan.
Batam sendiri memiliki kawasan hutan mangrove seluas 13.460 hektar dan 404 hektar di luar kawasan hutan yang dilindungi oleh berbagai regulasi, termasuk UU No. 41 Tahun 1999, UU No. 18 Tahun 2013, dan Perda Kota Batam No. 3 Tahun 2021.
"Padahal mangrove ini sangat penting, ya. Sayang sekali, entah paslon ini tahu atau tidak, kayu bakau malah digunakan untuk baliho," tambahnya.
Selama 10 tahun terakhir, Akar Bhumi Indonesia telah berhasil menanam sekitar 300.000 pohon bakau melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk KLHK, DLHK Provinsi Kepri, sektor swasta, kelompok masyarakat, dan siswa sekolah.
Temuan ini semakin memprihatinkan mengingat ekosistem mangrove memiliki fungsi vital dalam aspek ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan geopolitik.
Hal ini juga bertentangan dengan UU No. 27 Tahun 2007 junto UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Baca juga: Lanal Tanjungbalai Karimun Gelar Latihan SAR Gabungan untuk Tingkatkan Kesiapan Evakuasi di Laut
Akar Bhumi Indonesia menghimbau agar penggunaan kayu bakau untuk keperluan kampanye segera dihentikan karena tidak ramah lingkungan dan melanggar hukum.
Seperti yang disampaikan Paus Fransiskus di Gereja Katedral, "Mangrove ini adalah simbol perdamaian dan komitmen untuk merawat rumah bersama kita, bumi."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak paslon terkait penggunaan kayu bakau tersebut.
Komentar Via Facebook :