Makna Lirik Lancang Kuning di Debat Pilkada Lingga, Pesan Bijak Menyentuh Alias Wello untuk Kepemimpinan

Makna Lirik Lancang Kuning di Debat Pilkada Lingga, Pesan Bijak Menyentuh Alias Wello untuk Kepemimpinan

Debat Pilkada Kabupaten Lingga sarat makna budaya.

Nurjali

Lingga, Batamnews - Calon Bupati Lingga, Alias Wello, bersama Wakilnya, Muhammad Ishak, menutup debat Pilkada Lingga 2024 dengan semangat yang menggema. 

Mereka mengakhiri debat pada Selasa malam, 12 November 2024, di Gedung Nasional Dabosingkep dengan membawakan lirik lagu Lancang Kuning, puisi karya Sutardji Kalsum Bahri, serta bait pantun dan gurindam, yang menjadi kata penutup penuh makna.

Alias Wello adalah putra berdarah Bone yang lahir dan besar di Pulau Singkep, sementara Muhammad Ishak merupakan putra asli kelahiran Daik Lingga yang bergelar Datok. Kedua pasangan ini menunjukkan kecintaan mereka pada budaya Melayu yang kental.

"Kalau nahkoda kurang paham, alamat kapal akan tenggelam," sebait kata Alias Wello dengan nada mendayu penuh semangat yang diikuti riuh dukungan para pendukungnya.

Baca juga: Sempat Ada Penolakan, KPU Pastikan Debat Kedua Pilkada Batam 2024 Tetap Digelar, Catat Waktunya!

Lancang Kuning mengandung pesan dan nilai kehidupan yang dalam. Lagu ini bercerita tentang perjalanan kapal layar tradisional bernama Lancang Kuning, simbol kekuatan, ketahanan, dan kewaspadaan dalam budaya Melayu. 

Liriknya menggambarkan perjalanan Lancang Kuning yang berlayar di malam hari, menghadapi tantangan yang memerlukan kewaspadaan dan ketelitian nahkoda serta para awak kapal.

Selain liriknya yang penuh makna, Lancang Kuning juga erat dengan cerita rakyat dan sejarah Melayu dan Bugis.

Konon, Lancang Kuning adalah kapal milik raja atau bangsawan Melayu berdarah Bugis yang terkenal berani dalam mengarungi lautan untuk menjalin hubungan dagang dan diplomatik. Kapal ini menjadi lambang kebesaran dan kejayaan masyarakat Melayu di masa lalu.

Pesan utama dari lagu ini adalah pentingnya kepemimpinan bijaksana. Nahkoda kapal digambarkan sebagai sosok yang harus pandai mengendalikan kapal agar tidak terjebak bahaya. Ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin untuk selalu bijak demi kebaikan bersama.

Melalui simbolisme kapal dan perjalanan, seperti halnya berlayar di laut yang luas, kita diingatkan untuk selalu waspada. Lirik “Lancang Kuning berlayar malam” menunjukkan bahwa dalam ketidakpastian, kita harus siap menghadapi segala tantangan. 

Kehidupan diibaratkan seperti lautan yang penuh dengan risiko, sehingga kehati-hatian menjadi kunci untuk mencapai tujuan.

Baca juga : Berpotensi Ricuh, Agenda Debat Kedua Calon Wali Kota Batam Tetap Digelar, Siapa yang Bakal Unggul?

Selain itu, Lancang Kuning juga mengingatkan akan godaan dan tantangan yang menghadang. Kapal yang berlayar di lautan menggambarkan hidup yang penuh dengan ujian. Lagu ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dan tidak tergoda oleh hal-hal yang merugikan.

Lancang Kuning bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebuah cerita yang sarat dengan pelajaran hidup. Melalui kisah kapal Lancang Kuning, kita diingatkan akan pentingnya kewaspadaan, doa, ketangguhan, dan kerja sama dalam menjalani hidup. 

Warisan budaya ini memperkaya khazanah seni dan budaya Indonesia sekaligus memberi inspirasi untuk tetap tegar dan bijak dalam menghadapi segala rintangan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :