Perompakan di Kapal MT. Al Derwaszah di Perairan Batam: Chief Engineer Disekap, Barang Berharga Dirampas
Kapal Mega Tanker MT. AL Derwazah jadi lokasi peristiwa perompakan di tengah perairan perbatasan antara Singapura Strait dan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (23/10/2024) dini hari. (foto. Istimewa).
Batam, Batamnews - Insiden perompakan menimpa kapal Mega Tanker MT. Al Derwazah di perairan Indonesia, saat kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Kuwait menuju China.
Kejadian terjadi di perairan antara Selat Singapura dan Batu Ampar, Kota Batam, pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Informasi awal diterima oleh Batam Vessel Traffic Service (VTS) dan segera dilaporkan ke Ditpolairud Polda Kepri.
Merespons cepat, Kapal Patroli XXXI-1007 bersama personel Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri bergegas ke lokasi insiden di koordinat 1°13.745' N 103°58.855' E.
Baca juga: Petugas BC Batam Periksa Dua Unit Mobil Mewah di Bintang 99, Harganya Fantastis!
Setibanya di lokasi, tim gabungan dari Ditpolairud Polda Kepri, Patroli BKO Ditpolairud Baharkam, dan petugas KPLP mendapati bahwa Chief Engineer kapal MT. Al Derwazah menjadi korban penyekapan.
Ia ditemukan terikat di ruang mesin setelah dirampok oleh para pelaku, yang mengambil barang-barang pribadinya, termasuk handphone, dompet, jam tangan, dan kalung.
Peristiwa ini terungkap ketika Second Engineer menemukan Chief Engineer dalam keadaan terikat di ruang mesin dan segera mengaktifkan alarm darurat. Hal ini membuat para perompak melarikan diri sebelum tim patroli tiba.
Penyisiran yang dilakukan di kapal menunjukkan bahwa para pelaku sudah berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.
Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Trisno Eko Santoso, menyatakan bahwa perompakan terjadi saat kapal melintas di antara perairan Batu Ampar dan Selat Singapura, sekitar 4 mil dari perairan Batu Ampar.
Kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju China saat para perompak menyerang.
"Kru yang disekap menjadi sasaran, dan para pelaku mengambil barang-barang berharga seperti kalung, cincin, jam tangan, dan tablet milik korban," ujar Kombes Pol Trisno kepada batamnews.co.id.
Meski insiden ini diduga terekam oleh CCTV kapal, kru tidak mengizinkan petugas memeriksa rekaman tersebut, sehingga menyulitkan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pelaku dan kronologi kejadian.
Baca juga: BPI KPNPA RI Serahkan Bukti Rekaman Dugaan Korupsi Bupati Lingga dan Pejabat Kepri ke Jaksa Agung
"Kami menyayangkan sikap kru yang tidak kooperatif. Hal ini membuat penyelidikan kami minim informasi," jelas Kombes Pol Trisno.
Pihak kepolisian dan instansi terkait akan terus melakukan penyelidikan serta memperketat patroli di sekitar lokasi insiden.
Kombes Pol Trisno mengimbau pihak kapal untuk bersikap kooperatif agar kasus ini dapat segera diungkap.
"Kami berharap kru kapal memberikan informasi lengkap yang didukung bukti agar pelaku perompakan ini bisa segera ditangkap," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kapal-kapal yang melintasi jalur strategis seperti Selat Singapura dan perairan sekitar Batam, yang kerap menjadi target perompakan. Patroli di wilayah tersebut juga diperketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Komentar Via Facebook :