Misteri Pergeseran Kapal Super Tanker MT Arman 114 di Perairan Batu Ampar

Misteri Pergeseran Kapal Super Tanker MT Arman 114 di Perairan Batu Ampar

Super tanker MT Arman 114 yang ditangkap Bakamla RI di Natuna (Foto: Ist. Bakamla)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamews - Kapal super tanker bermuatan minyak mentah MT Arman 114 asal Iran diduga menghilang dari lokasi labuh jangkarnya di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau beberapa hari lalu. Kejadian ini cukup mengagetkan.

Saat ditangkap Bakamla RI Zona Barat, MT Arman 114 saat itu membawa lebih dari 200.000 metrik ton minyak mentah (light crude oil), tepatnya 272.569 metrik ton senilai Rp4,6 triliun. Belakangan diketahui menyusut dan tinggal bermuatan 166 ribu metrik ton light crude oil (LCO).

Kapal ini awalnya diduga hendak dibawa kabur dari Batam ke luar negeri. MT Arman tersangkut kasus pencemaran lingkungan pada 7 Juli 2023 silam. Kapal diduga mentransfer minyak mentah ke kapal super tanker lainnya, MT STinos, di perairan Natuna Utara, Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

Saat transfer, diduga limbah dari kapal terbuang ke laut. Bakamla lantas menangkap kapal itu dan menyeretnya bersama nakhoda dan kru ke perairan Batu Ampar. Setelah persidangan lebih dari enam bulan, akhirnya Nakhoda MT Arman 114, Mahmoud Abd Elaziz Mohamed Hatiba, divonis Pengadilan Negeri Batam dengan pidana penjara 7 tahun, denda Rp 5 miliar, serta barang bukti berupa kapal dan isinya dirampas negara.

Drama bermula di sini, Nakhoda Mahmoud kemudian kabur. Ia diduga telah pergi ke luar negeri dengan cara ilegal. Ada yang menyebutkan ia pergi melalui jalur tikus dan masuk ke Johor, Malaysia. Ia sejak disidik penyidik PPNS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tak pernah ditahan hingga proses pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Batam bahkan di tingkat proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam ia masih bebas berkeliaran.

Sejak awal kapal MT Arman 114 menjadi rebutan berbagai pihak. Betapa tidak, di perut MT Arman 114 terdapat minyak mentah senilai triliunan rupiah. Ini pula yang melatar belakangi semakin banyak drama. Bahkan pemerintah Iran yang awalnya menepis soal asal kapal, belakangan -- setelah tuntutan jaksa yang meminta kapal dirampas -- mulai secara terang-terangan mengatakan kalau kapal itu milik warga Iran. 

Patut diduga isi kapal itu sudah tak utuh lagi. Apalagi sejumlah pengusaha minyak tengah rajin-rajinnya mengincar isi perut kapal tersebut. Apakah benar isi kapal tersebut sudah jauh berkurang?

Tak Pernah Dilibatkan soal MT Arman 114

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Batam menilai ada kejanggalan soal pernyataan agen PT Pelayaran Kencana Global (PKG) mengenai alasan bergesernya kapal tersebut.

"Force majeure sekali, kejadian ini di luar nalar dan kemampuan manusia," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penjagaan Patroli dan Penegakan Hukum KSOP Batam, Adi Rifai, kepada batamnews.co.id saat dikonfirmasi pada hari Senin (22/07/2024) siang.

Ia menyebutkan, bahwa KSOP juga tidak pernah dilibatkan dan diinformasikan terkait kasus Kapal MT Arman 114 tersebut sehingga pihaknya tidak dapat berkomentar banyak saat dikonfirmasi awak media terkait Kapal MT Arman 114.

"Terkait dengan kapal tersebut, silahkan tanyakan sama KLHK karena putusan pengadilan bahwa kapal tersebut dititipkan ke KLHK. Karena dari awal sampai dengan sekarang pihak KSOP tidak pernah menerima berkasnya. Jadi kami tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kami (KSOP) tidak pernah diinformasikan terkait kapal tersebut," kata Adi.

Klarifikasi Agen Kapal

Sebelumnya diberitakan, Agen Kapal MT Arman 114 memberikan klarifikasi terkait kabar bahwa kapal yang sebagai barang bukti Pengadilan Negeri Batam itu tampak posisinya sudah bergeser hingga di perairan Johor Bahru, Malaysia. Sebelumnya kapal bermuatan 166 Ribu Metrik Ton minyak mentah itu berada di perairan Batu Ampar, Kota Batam.

Direktur PT Pelayaran Kencana Global, Lisa Yulia, selaku agen kapal MT Arman, membenarkan adanya pergeseran yang terjadi pada Kapal MT Arman 114 sejak hari Senin (08/07/2024).

"Benar, kapal MT. Kami menerima informasi dari kapten kapal bahwa kapal larat dari posisi semula sekitar 1,2 NM. Arman 114 larat ke arah Timur sejak tanggal 08 Juli 2024. Posisi kapal masih di Batu Ampar anchorage sekarang dengan Latitude: N 1*12.603', Longitude: E 104*00.982'. Jarak ke pipa gas: 0.39 NM (0.72 km)," ujarnya kepada batamnews.co.id saat dikonfirmasi pada hari Sabtu (20/07/2024) siang.

Lisa melanjutkan, pihaknya juga telah menerima informasi dari Kapten Kapal MT Arman bahwa kapal telah bergerak akibat terseretnya jangkar secara tiba-tiba karena disebabkan cuaca yang buruk dan mungkin juga karena kapal sudah lama berlabuh jangkar (standby).

Namun, ketika kapal larat, Kapten Kapal Arman segera menginformasikan kepada Bakamla dan VTS serta agen kapal. "Kami selaku agen Kapal Arman sudah membuat permohonan izin pergantian kru dan pemberitahuan bahwa kapal dalam keadaan safe manning atau minimum crew (tidak adanya Chief Officer, 2nd Officer, 3rd Officer, deck dan Engineer 1,2,3,4, ETO)," ucapnya.

(CR1)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :