Penguatan Pengawasan dan Layanan Karantina di Karimun, Barantin Pastikan Keamanan Komoditi di Perbatasan

Penguatan Pengawasan dan Layanan Karantina di Karimun, Barantin Pastikan Keamanan Komoditi di Perbatasan

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean.

Rhuuzi Wiranata

Karimun, Batamnews — Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat pengawasan dan layanan karantina bagi pengguna jasa di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Penguatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan komoditi yang masuk dan keluar dari wilayah Indonesia melalui Karimun, yang merupakan wilayah strategis berbatasan dengan negara tetangga.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean, menjelaskan bahwa pengawasan intensif dilakukan melalui satuan pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Tanjungbalai Karimun. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya komoditi yang tidak memenuhi standar keamanan, terutama dari segi hama penyakit dan isu keamanan pangan.

"Dengan adanya Satpel di Karimun ini bisa memastikan komoditi yang masuk ke Indonesia melalui Karimun harus bebas dari hama penyakit, isu keamanan pangan, demikian juga untuk ekspor, kita harus bisa menyiapkan layanan dengan baik," kata Kepala Barantin, Sahat M Panggabean.

Baca juga: Plt Bupati Karimun Beberkan Penyebab Sampah Sempat Menumpuk di TPS

Dengan telah diresmikannya Kantor Karantina Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjungbalai Karimun (Satpel Karimun), maka tugas dan fungsi karantina dengan memastikan keamanan setiap komoditi yang masuk maupun keluar wilayah Karimun dapat terkendali.

Kemudian, melalui sinergitas dengan suatu layanan yang melibatkan institusi terkait, program ini terbukti mampu menciptakan transparansi pada publik sehingga memperoleh 'rapor hijau'.

"Kolaborasi antar institusi di Karimun ini sudah berjalan bagus, terbukti dari laporan tim KPK yang memberikan rapor hijau. Artinya bahwa semua layanan institusi yang ada di border (pelabuhan) sudah baik dan direspons pelaku usaha," katanya.

Menurutnya, secara geografis wilayah Kabupaten Karimun memiliki peluang yang sangat besar untuk dijadikan kawasan dari aktivitas ekspor setiap komoditi yang akan di kirim ke luar negeri atau sebaliknya.

Baca juga: Pria di Tebing Bobol ATM dan Kuras Uang Rp5 Juta, Ditangkap Setelah 20 Hari Penyelidikan

"Karena posisinya ini sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura. Kalau ini menjadi HAP-nya berbagai komoditi yang akan kita ekspor atau sebaliknya, maka benar - benar sangat strategis. Menurut saya ini tantangan, tapi saya yakin bisa terwujud," katanya.

Disampaikan juga, capaian ini tentu tidak terlepas dari kerja sama yang kuat dari berbagai pihak di wilayah Karimun sebagai daerah perbatasan RI.

"Bahwa semua institusi itu sudah melakukan layanan secara digital, artinya di situ ada tranparansi, kepastian biaya dan waktu. Ini yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha sebagai upaya menjaga semua hal yang terkait dengan hama penyakit dan semacamnya," ujarnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :