Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Karimun, Pemprov dan Pemda Gelar Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Kabupaten Karimun mengadakan gerakan pangan murah sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Kabupaten Karimun mengadakan gerakan pangan murah sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Ranggam, Kecamatan Tebing, pada Rabu, 7 Agustus 2024, dengan menjual berbagai kebutuhan pokok.
Terlihat warga Karimun antusias mengantre untuk membeli bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan sayuran dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.
"Ini merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional guna menstabilkan pasokan dan harga pangan," kata Sukri.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada stabilitas pasokan dan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen, serta meningkatkan keterjangkauan dan daya beli masyarakat.
"Barang-barang yang dijual di sini harganya dipastikan di bawah harga pasaran dan dapat membantu mengendalikan inflasi di daerah," tambahnya.
Baca juga: Tumpukan Sampah di Karimun Mulai Timbulkan Aroma Tak Sedap, Ganggu Aktifitas Warga
Dalam gerakan pasar murah ini, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun melibatkan enam distributor, Bulog, serta kelompok wanita tani. Adapun harga jual beberapa komoditas dalam gerakan pangan murah ini adalah sebagai berikut:
- Daging beku: Rp 90.000 per kg
- Beras SPHP 5 kg: Rp 53.000
- Beras premium 5 kg: Rp 73.000
- Telur: Rp 46.000 per papan
- Gula pasir: Rp 15.000 per kg
- Cabai merah: Rp 60.000 per kg
- Cabai rawit: Rp 75.000 per kg
Dengan adanya gerakan pangan murah ini, diharapkan masyarakat Karimun dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga beban ekonomi mereka bisa sedikit berkurang.

Komentar Via Facebook :