Penyumbang Dana Kampanye Terbesar untuk Partai Demokrat Ditangkap Polda Sumut
Sutor Siregar (tengah). Foto:siagaindonesia
MEDAN - Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menangkap Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Sutor Siregar.
Sutor Siregar diketahui penyumpang dana kampanye terbesar untuk Partai Demokrat (PD) pada Pemilu Legislatif 2014 lalu. Sutor memberikan sumbangan terbesar dana kampanye berupa barang dengan nilai Rp3,8 miliar. Saat itu, Sutor adalah caleg nomor urut 10 dapil Sumatera Utara II.
Sutor ditangkap karena terlibat kasus dugaan pemalsuan 40 akta pelepasan lahan seluas 400 hektar di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel.
"Tersangka diamankan di daerah Padang Sidimpuan pada Selasa (30/12/2014). Ia langsung kita bawa ke Markas Poldasu untuk menjalankan pemeriksaan," ujar Kanit 3 Subdit I/Kamneg Dit Reskrimum, Kompol Sandy Sinurat, Jumat (2/1/15).
Penangkapan Sutor karena yang bersangkutan telah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik Poldasu. "Saat ini masih kita tahan untuk kepentingan pemeriksaan. Dua tersangka lain yang merupakan suami istri, Hasyim Lubis dan Siti Khodijah, juga sudah kita amankan pada Kamis (1/1/15) karena terlibat dalam kasus itu," katanya.
Dijelaskannya, penetapan Ketua Demokrat Tapsel ini sebagai tersangka berdasarkan laporan Imran Lubis yang merupakan pemilik lahan 400 hektar tersebut ke Polres Tapsel dengan Nomor Laporan LP/176/VII/2014/SU/TAPSEL pada 6 Juli lalu.
"Dalam kasus itu Polda telah meminta keterangan Sutor Siregar, dan 17 saksi lainnya. Poldasu juga telah meminta keterangan dari ahli notaris dan ahli pidana, yang menyatakan akta tersebut palsu," jelasnya.
Selain itu, korban juga melaporkan Sutor Siregar dan Hasyim Lubis dalam kasus pencurian buah sawit. "Dalam laporannya, korban mengaku Sutor dan Hasyim bersama 50 orang lainnya masuk ke kebun sawit miliknya tanpa ijin dan meneror para pekerja dan memaksa karyawan kebun mengosongkan kantor. Mereka juga mengancam akan membunuh para mandor. Sebagian dari mereka ada yang membawa senjata api, alat dodos dan parang," ucapnya.
Komentar Via Facebook :