Sering Bentrok TNI-Polri di Batam, Kapolri: Kami Lebih Sering Mengalah

Sering Bentrok TNI-Polri di Batam, Kapolri: Kami Lebih Sering Mengalah

Panglima TNI Jend Moeldoko dan Kapolri Jend Sutarman dalam sebuah kesempatan (foto/sekarjepun)

Zuhri Muhammad

Jakarta - Peristiwa bentrokan antara TNI-Polri Novemberl lalu di Batam masih lekat di ingatan. Bentrokan ini dipicu masalah sepele. Sebelumnya bentrokan serupa juga terjadi. Pemicunya diduga masalah beking BBM ilegal.

Kepala Kepolisan RI Jenderal Sutarman menilai, polisi selalu menjadi korban dalam setiap bentrokan. Polri juga sudah cukup mengalah. 

"Polri yang selama ini ngalah. Polri yang selama ini jadi korban. Kenapa polisi yang menyelesaikan?" ujar Sutarman di Mabes Polri, Selasa (30/12/2014).

Sutarman mengatakan, gesekan antara polisi dengan anggota TNI biasanya dipicu oleh hal yang sepele, misalnya salah paham. Namun, kata Sutarman, akibat yang ditimbulkan sangat besar sehingga berujung bentrok dan perilaku anarkis.

"Posisi kita kan jadi korban. Kantor polisi kita dibakar. Saya tidak perlu jawab lah. Silakan dianalisis sendiri," kata Sutarman.

Dalam beberapa tahun terakhir, konflik TNI-Polri makin sering terjadi, bahkan sudah meresahkan masyarakat. Bentrok antara polisi dengan anggota TNI yang terakhir terjadi pada November lalu di Batam.

Sejumlah oknum TNI Batalion 134 Tuah Sakti diduga melakukan penyerangan ke Mako Brimobda Kepri, di Tembesi, Batam. Dalam penyerangan itu, oknum TNI tersebut disebut sempat melakukan pengerusakan.

Peristiwa bentrokan kembali berlanjut hingga Rabu tengah malam. Informasi menyebutkan, sempat terjadi baku tembak dalam peristiwa bentrokan kali ini.

Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi di Batam. Sebelumnya, pada bulan September lalu, bentrokan serupa mengakibatkan empat anggota TNI menderita luka tembak. Saat itu, peristiwa bermula ketika tim dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri dibantu anggota Brimob, sedang melakukan penggerebekan salah satu gudang penimbunan BBM ilegal. Belakangan diketahui, anggota TNI Batalion 134 terlibat dalam aksi penimbunan BBM ilegal tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :