Hakim Putuskan Kapal MT Arman 114 Disita Negara, Para Kru Bakal Segera di Deportasi

Hakim Putuskan Kapal MT Arman 114 Disita Negara, Para Kru Bakal Segera di Deportasi

Mahmoud Abdelaziz Mohamed Hatiba, nakhoda MT Arman 114, dua dari kanan saat diamankan Imigrasi Kota Batam (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Pengadilan Negeri Batam telah memutuskan bahwa terdakwa Mahmoud Abd. Elaziz Mohamed Hatiba divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar atau kurungan penjara selama 6 bulan, dan barang bukti berupa kapal beserta isinya disita negara.

Dalam putusan ini, hakim meyakini kapten Kapal MT Arman 114 Mahmoud bersalah telah melakukan tindak pidana lingkungan hidup, sesuai dengan Pasal 98 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang telah diubah oleh Undang-Undang RI Nomor 06 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

Setelah ditetapkan barang bukti berupa Kapal MT Arman 114 berserta isinya disita oleh Negara, rencananya puluhan kru kapal yang merupakan warga negara asing (WNA) itu akan dideportasi ke negara asalnya, namun untuk melakukan deportasi tersebut Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam masih menunggu dan melakukan kordinasi dengan instansi terkait.

"Kita masih belum dikonfirmasi oleh KLHK dan instansi terkait yang menangani kasus ini untuk melakukan deportasi para kru kapal," ujar Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kharisma Rukmana, kepada batamnews.co.id saat dikonfirmasi pada Rabu, 10 Juli 2024 siang.

Baca juga: Pelaut Mesir Menggugat MT Arman 114 dan Rabia Alhesni atas Penelantaran dan Penolakan Hak di Pengadilan Batam

Sementara, Penyidik Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kepri Sunardi mengatakan, terkait deportasi tersebut pihaknya juga masih menunggu informasi dari pihak kejaksaan untuk kapan melakukan deportasi terhadap para kru kapal MT Arman 114.

"Karena ini sudah putusan di Pengadilan jadi keputusan untuk deportasi para kru kapal ada di pihak kejaksaan, saya belum tau kapan kru untuk di deportasi belum dapat info," kata Sunardi.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam memvonis terdakwa Nakhoda MT Arman 114 Mahmoud Abd. Elaziz Mohamed Hatiba selama 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 5 miliar serta kapal beserta isinya dirampas untuk negara.

Sidang di Pengadilan Negeri Batam dalam agenda amar putusan itu, tanpa menghadirkan terdakwa (in absensia). Mahmoud dalam  persidangan pada 27 Juni lalu menghilang, saat hendak digelar persidangan dengan agenda vonis. Mahmoud diduga juga telah kabur ke luar negeri melalui jalur laut.

Baca juga: Tanpa Kehadiran Terdakwa, Pengadilan Batam Vonis Nakhoda MT Arman 114 Tujuh Tahun Penjara

Sidang dipimpin Hakim Ketua Sapri Tarigan, dan didampingi hakim anggota Setyaningsing serta Dauglas. Tampak hadir Jaksa Penuntut Umum Kejari Batam M Ikhsan dan penasihat hukum terdakwa Daniel Samosir.

Persidangan digelar Rabu, 10 Juli 2024, sekitar pukul 08.00 WIB. Hakim membacakan amar putusan secara bergantian. 

Jaksa telah memanggil terdakwa dua kali persidangan. Pada akhirnya majelis hakim memutus perkara tanpa dihadiri terdakwa. Majelis Hakim meyakini nakhoda bersalah dalam perkara tersebut serta memutuskan menyita MT Arman 114 untuk negara.

"Memutuskan terdakwa divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar atau kurungan penjara selama 6 bulan, barang bukti berupa kapal dan isinya dirampas untuk negara," ujar Hakim Ketua Sapri Tarigan dengan lantang.

(CR1)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews