Penasihat Hukum Ungkap Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan, Nurmian Manalu Istri Sah Mendiang Benyamin Simorangkir

Penasihat Hukum Ungkap Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan, Nurmian Manalu Istri Sah Mendiang Benyamin Simorangkir

Penasehat hukum terdakwa Nurmian Manalu, Niko Nixon Situmorang. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Penasehat hukum terdakwa Nurmian Manalu, Niko Nixon Situmorang mengungkapkan bahwa kliennya merupakan istri sah dari mendiang Benyamin Simorangkir setelah menikah secara resmi dan memiliki dokumen hukum yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Niko Nixon Situmorang membantah statement yang mengatakan bahwa kliennya merupakan selingkuhan mendiang Benyamin Simorangkir.

"Dia punya catatan sebagai ahli waris dan dia punya anak kandung bernama Miracle Novelti Simorangkir," ujar Nikon kepada wartawan, Senin, 3 Juni 2024.

Kata dia, justru pernikahan mendiang Benyamin Simorangkir dengan wanita sebelumnya dalam hal ini saksi korban/pelapor Sharon Lee Mee Chyang tidak diketahui oleh pihaknya.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Penggelapan Properti Mendiang Benyamin Simorangkir

"Tidak pernah ada dokumen yang kita lihat sebelum Almarhum meninggal. Setelah Almarhum meninggal pada tahun 2016, kemudian ada yang mengurus dokumen perkawinan yaitu, Sharon Lee Mee Chyang. Jadi pengakuan dia menikah dengan Almarhum. Tahun berapa? Tahun 1995. Tetapi kita tidak pernah mengetahui itu dan kita tidak pernah melihat dokumennya di Indonesia," jelas Nikon.

Yang diketahui pihaknya berdasarkan aturan yang ada di Indonesia bahwa pernikahan yang dilakukan di luar negeri itu paling lama setahun setelah menikah harus dilaporkan kepada pemerintah Indonesia. Artinya kalau pihaknya mengkalkulasikan semenjak tahun 1995 hingga tahun 2016 tidak pernah dilaporkan. 

"Kita tahu bahwa ia menikah dengan keluarnya akte Dinas Kependudukan pada pelaporan itu. Perkawinan Nurmian dengan Almarhum itu tahun 2008. Ia [Nurmian] dituduh melakukan penggelapan pada 31 Maret 2009. Sementara dia menikah dengan Almarhum tahun 2008. Artinya tuduhan ini masih dalam keterikatan sebagai suami-istri," kata dia.

Perihal kliennya dituduh, dilaporkan hingga menjadi terdakwa pada kasus penggelapan, Niko Nixon Situmorang menyebut bahwa sebagaimana diketahui di kota Batam bahwa untuk menerbitkan surat-surat lahan itu tidak langsung selesai, minimal ada space waktu 6 sampai 7 bulan sejak diajukan.

Baca juga: Polemik Aset Berharga Mendiang Benyamin Simorangkir, Istri Sah Laporkan Dugaan Penggelapan oleh Selingkuhan Suami

Untuk itu, Niko mempertanyakan pada tahun berapa surat-surat/dokumen lahan milik mendiang ini selesai dikeluarkan pemerintah kota Batam. Terlebih, lahan yang dilaporkan oleh pelapor di komplek Sinar Bulan Bengkong itu tidak pernah dikuasai oleh kliennya.

"Bahwa lahan yang dituduh digelapkan ini tidak pernah kita kuasai. Ini tanah kosong sampai saat ini. Tidak pernah kita dirikan bangunan apapun di situ. Sehingga kita tidak menguasai itu. Surat-surat ada sama klien kami, itu bersamaan dengan surat-surat lainnya. Bukan berarti dia mencuri, atau si Sharon memberikan surat itu kepada Nurmian. Jadi surat ini sudah ada ketika mereka menikah," jelasnya.

Mendiang Benyamin Simorangkir dan Terdakwa Nurmian Manalu Migrasi ke Jakarta 

Niko Nixon Situmorang juga menyebut bahwa pada tahun 2012/2013 mendiang Benyamin Simorangkir dengan kliennya Nurmian Manalu pindah ke Jakarta, dimana sebelumnya hidup bersama di Batam. Kedua pasangan ini migrasi ke Jakarta setahun setelah lahir putri sulung mereka, Miracle Novelti Simorangkir pada tahun 2011 silam.

Sehingga menurutnya, tuduhan dari saksi pelapor Sharon Lee Mee Chyang pada 31 Oktober 2016, menjadi pertanyaan pihaknya. "Jadi barang-barang ini ada sama dia, karena suaminya yang bawa," bebernya.

Maka dari itu, Niko Nixon Situmorang menegaskan bahwa tuduhan bahwa kliennya Nurmian Manalu adalah selingkuhan sama sekali tidak benar.

"Dia memiliki surat resmi. Dan dia menikah di gereja secara resmi dan baru kemudian dilaporkan ke Dinas Kependudukan di Jakarta Pusat. Aktanya ada semua," kata dia.

Baca juga: Kasus Penipuan dan Penggelapan Srimas Group: Direktur Palm Spring Batam Diperiksa Polisi

Ketika disinggung terkait secarik surat bertuliskan "Surat Pernyataan" yang diperlihatkan oleh kuasa hukum Sharon Lee Mee Chyang, Roy Wright Hutapea kepada batamnews.co.id beberapa waktu lalu yang mana dituliskan oleh mendiang Benyamin Simorangkir menyatakan dirinya sudah 2 tahun lebih sudah tidak berhubungan dengan Sharon Lee Mee Chyang, sehingga ia menganggap sudah cerai dan ditandatangani.

Niko Nixon Situmorang mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya surat itu. "Kita nggak tau," kata Niko Nixon Situmorang. Selanjutnya, Niko menceritakan bahwa pada tahun 2000 kliennya sudah berdomisili di Batam. Kliennya bergabung ke Naposo HKBP, di situlah ia ketemu dengan Almarhum. 

"Almarhum ini kan pelayan, jadi dia menjual-jual alat musik. Ya mereka pelayanan. Ketemunya ya begitu," kata dia membantah statement yang mengatakan bahwa kliennya bertemu dengan mendiang di kapal Ferry Singapura-Batam.

Kemudian ketika kembali disinggung perihal usai sidang perdana terpantau bahwa ia mengajukan surat penangguhan penahanan untuk terdakwa Nurmian Manalu kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Niko membenarkan.

Baca juga: Kembali Berulah, Tersangka Residivis Penggelapan Sepeda Motor Berhasil Ditangkap Polsek Bintan Timur

"Iya benar, kan sama-sama kita dengar sendiri tadi di persidangan bahwa klien kami ini sama sekali tidak mengetahui apa-apa perihal tuduhan atau yang dilaporkan oleh pelapor. Selama ini klien kami menganggap bahwa dirinya tidak pernah ada masalah dengan siapapun. Apalagi melakukan tindak pidana penggelapan yang dituduhkan. Apalagi, semenjak ditahan anak klien kami sekarang hidup sendiri saja di Jakarta tepatnya di Apartemen Puri Kemayoran dan kita berharap majelis hakim bisa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan klien kami," kata dia.

Tanggapan Kuasa Hukum Pelapor Terkait Pengajuan Penangguhan Penahanan Terdakwa Nurmian Manalu 

Kuasa hukum pelapor Sharon Lee Mee Chyang, Roy Wright Hutapea memberikan tanggapannya perihal pengajuan penangguhan penahanan atas nama terdakwa Nurmian Manalu melalui penasehat hukumnya, Niko Nixon Situmorang kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Batam.

Kata dia, dalam perkara penggelapan ini pihaknya menyatakan bahwa penahanan terhadap terdakwa harusnya tetap dilaksanakan mengingat Pasal 21 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Pada pasal tersebut menyatakan bahwa penahanan diperlukan karena adanya kekhawatiran terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

Baca juga: Polresta Tanjungpinang Ungkap Kasus Penggelapan Emas Palsu, Kepala PT. Asli Gadai Sejahtera Ditangkap

"Dalam perkara ini, terdakwa tinggal di Jakarta dan sewaktu penangkapan oleh penyidik Polresta Barelang pun di tanggal 29 April 2024, Nurmian Manalu tidak koperatif. Awalnya dia tak mau ditemui oleh penyidik. Namun, karena penyidik minta bantuan Kasatreskrim Polresta Jakarta Pusat, maka Nurmian Manalu bisa diamankan," kata dia.

Untuk itu, Roy Wright Hutapea mengingatkan kepada Kejaksaan Negeri Batam dan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam jika memberikan penangguhan penahanan terhadap terdakwa apakah pada persidangan nanti bisa menghadirkan lagi terdakwa tersebut.

"Juga akan terjadi perbedaan perlakuan terhadap terdakwa khususnya perkara penggelapan yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, mengapa Nurmian Manalu bisa (Ditangguhkan) sementara yang lain tidak," jelasnya.

(CR2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews