Identifikasi Harimau Penyerang Manusia di Riau, BBKSDA Pasang Kamera Trap

Identifikasi Harimau Penyerang Manusia di Riau, BBKSDA Pasang Kamera Trap

Ilustrasi.

Pekanbaru, Batamnews - Tragedi menimpa Rahmad (26), pekerja yang tengah menyemprot gulma di Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Petak 466 Blok L PT SPA, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. 

Rahmad diserang oleh harimau sumatera hingga menewaskan dirinya. Menanggapi kejadian ini, tim mitigasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah memasang lima kamera trap di lokasi kejadian sejak Senin, 13 Mei 2024.

Kepala BBKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan, mengatakan bahwa pemasangan kamera tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi individu harimau yang terlibat dalam serangan tersebut. 

Baca juga: Jual Balon Keliling di Bengkong Sadai, Nurmawati Mampu Raup Omzet Rp300 Per Hari

“Kami akan secara periodik melakukan pengecekan pada camera trap yang telah kami pasang. Kami berharap dari hasil tangkapan kamera tersebut dapat mengidentifikasi harimau yang bersangkutan,” ujar Genman kepada wartawan pada Kamis, 16 Mei 2024.

Selain itu, Genman menjelaskan pentingnya pengaturan ruang dan waktu antara manusia dan harimau, mengingat luasnya home range yang dimiliki oleh harimau sumatera. 

“Diperlukan pengaturan penggunaan ruang dan waktu yang baik antara masyarakat dengan harimau sumatera, mengingat keduanya berbagi ruang yang sama,” tambahnya.

Baca juga: Penumpang Meninggal Dalam Perjalanan Kapal Ferry Batam - Karimun Mengidap Penyakit Asam Lambung

BBKSDA Riau juga mengimbau perusahaan-perusahaan yang menggunakan lahan di habitat harimau untuk mengatur jam kerja karyawan dan memastikan bahwa pekerja tidak bekerja sendirian sebagai langkah pencegahan konflik lebih lanjut. Selain itu, Genman menekankan pentingnya pengayaan mangsa di habitat harimau dan tindakan tegas terhadap pelaku perburuan ilegal.

“Inisiatif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko serangan harimau terhadap manusia, sekaligus melindungi populasi harimau sumatera yang kritis dari kepunahan,” pungkas Genman.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews