Empat Pelaku Penambangan Emas Ilegal Ditangkap di Kuansing

Empat Pelaku Penambangan Emas Ilegal Ditangkap di Kuansing

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit IV Polda Riau menangkap empat orang pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin, 6 Mei 2024. (Foto: ist)

Pekanbaru, Batamnews - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit IV Polda Riau menangkap empat orang pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin, 6 Mei 2024. Mereka berinisial JM (45), RE (26), AR (27) dan Ke (23). 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi didampingi Kasubdit IV Kompol Nasrudin mengatakan, pengungkapan kasus ini atas dasar keluhan masyarakat terkait maraknya penambangan emas ilegal. 

"Atas laporan dan keresahan masyarakat, Polda Riau turun ke lapangan menyelidiki dan menangkap pelaku yang membeli emas dari masyarakat," ujar Kombes Nasriadi kepada wartawan, Kamis, 16 Mei 2024.

Dalam penangkapan tersebut, sejumlah barang bukti diamankan seperti tabung gas, emas 340 gram, uang tunai Rp188 juta, dan barang bukti lainnya. Uang Rp188 juta milik Jimi rencananya akan digunakan untuk membeli emas hasil penambangan ilegal. 

Baca juga: Penumpang Meninggal di Ferry Batam Jet Tujuan Karimun Dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani

Kombes Nasriadi menjelaskan peran masing-masing, JM merupakan pemilik tempat dan alat-alat PETI, sementara RE adalah anak buahnya. Dua lainnya yakni AR dan KE adalah penambang emas ilegal. 

"Pelaku menggunakan cairan merkuri yang semestinya sudah dilarang dalam kegiatan penambangan," ungkapnya. 

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Batubara dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp100 miliar. 

"Yang kita tangkap adalah pentolan atau mereka yang membeli emas masyarakat secara ilegal. Kita menghimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas PETI karena merusak lingkungan," pungkas Kombes Nasriadi.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews