Warga Sebut Taman Replika Bulang Linggi di Kawasan Jalan Menuju Bandara RHF, Kotor dan Berlumut
Saluran air di Replika Kapal Bulang Linggi terlihat penuh lumut, dan tergenang air.
Tanjungpinang, Batamnews - Sebuah kontroversi muncul di sekitar Taman Replika Bulang Linggi yang baru-baru ini dibangun di kawasan Jalan Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.
Pengunjung memvideokan kondisi taman yang terkesan kotor dan tergenang air, menyebabkan gelombang protes dari netizen. Video tersebut dikirimkan, batamnews.co.id dan di publikasikan ke media sosial facebook.
Dalam unggahan media sosial, seorang netizen menyoroti keadaan taman yang seharusnya menjadi objek wisata dan foto yang menarik, namun kini terlihat kumuh dengan lumut dan genangan air.
"Kondisinya sangat kotor, airnya sampai berlumut, dan banyak genangan air, padahal tempat ini paling ramai dikunjungi orang," ujar netizen yang mengunggah video lokasi tersebut, Minggu, 12 Mei 2024.
Baca juga: Cara Memasak Gonggong yang Sempurna: Tips dari Ahli Kuliner Tanjungpinang
Taman ini, yang baru selesai dibangun pada akhir tahun 2023, merupakan bagian dari proyek revitalisasi dan pedestrian median Jalan Bandara Internasional RHF yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Namun, ironisnya, kondisi taman yang seharusnya menjadi daya tarik bagi wisatawan dan warga setempat justru menimbulkan kekecewaan.
Taman Replika Bulang Linggi menjadi salah satu ikon di kawasan ini, dengan replika kapal perang legendaris sepanjang enam meter dan lebar empat meter.
Namun, ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi taman ini menyoroti kebutuhan akan perawatan dan pemeliharaan yang lebih baik dari pihak berwenang.
Kawasan sekitar taman ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas bagi warga setempat, terutama pada hari libur.
Baca juga: Video Perilaku Tidak Senonoh Sejoli di Taman Pamedan Tanjungpinang, Viral di Medsos
Kondisi taman yang kurang terawat bisa merugikan pengunjung dan menurunkan daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dan rekreasi.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait terkait keluhan masyarakat ini. Namun, diharapkan bahwa masukan dari masyarakat ini bisa menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas dan perawatan taman serta fasilitas umum lainnya di kawasan tersebut.
Komentar Via Facebook :