82 Jemaah asal Bintan Siapkan Diri untuk Ibadah Haji, Daftar Peserta Tertua dan Termuda

82 Jemaah asal Bintan Siapkan Diri untuk Ibadah Haji, Daftar Peserta Tertua dan Termuda

Jamaah Haji asal Bintan saat melakukan persiapan senam sehat sebelum manasik. (Foto: Kemenag Bintan)

Nurjali

Bintan, Batamnews - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Erman Zaruddin, dalam sambutannya mengumumkan bahwa sebanyak 82 jemaah telah siap untuk menjalani manasik dalam rangka persiapan ibadah haji. 

Jumlah ini mencakup jemaah dari berbagai daerah di Kabupaten Bintan. Menurut Erman Zaruddin, dari total jemaah yang akan berangkat, sebanyak 38 jemaah berasal dari Bintan Timur, 3 jemaah dari Mantang, 1 jemaah dari Bintan Pesisir, 6 jemaah dari Gunung Kijang, 4 jemaah dari Toapaya, 2 jemaah dari Teluk Bintan, 3 jemaah dari Tambelan, 4 jemaah dari Teluk Sebong, 4 jemaah dari Seri Kuala Lobam, dan 17 jemaah dari Bintan Utara.

"Saya ingin menyampaikan bahwa jemaah tertua laki-laki bernama Surip Bin Mohd Noer, berusia 78 tahun, berasal dari Bintan Timur, dan jemaah tertua perempuan bernama Nora Binti Husin, berusia 79 tahun, juga berasal dari Bintan Timur. Keduanya merupakan jemaah prioritas lansia," jelasnya.

Baca juga: Peresmian Sekretariat LKKS Bintan oleh Bupati Roby Kurniawan dalam Acara Halal Bihalal

Sementara itu, jemaah termuda laki-laki adalah Dini Dhiyaulhaq Bin Badruddin bin Sumarsono, berusia 28 tahun, dari Bintan Timur. Sedangkan jemaah termuda perempuan adalah Djulya Adlinna Binti Sudarmaji, berusia 33 tahun, juga berasal dari Bintan Timur.

Jemaah Bintan akan bergabung dengan kloter 1 bersama jemaah haji dari Tanjungpinang, Batam, dan Natuna. Mereka akan masuk asrama haji Batam pada tanggal 11 Mei 2024 dan diberangkatkan menuju Madinah pada tanggal 12 Mei 2024 dengan maskapai Saudi Arabia Airlines.

"Ini merupakan momen penting bagi jemaah Bintan. Insyaallah, kloter satu akan kembali ke tanah air pada tanggal 22 Juni 2024," pungkasnya.

Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap faktor kesehatan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Terdapat dua alasan utama mengapa faktor kesehatan menjadi fokus. 

Pertama, kuota haji tahun ini mencapai 241.000 jemaah, jumlah terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 45.000 jemaah merupakan lansia, sehingga tahun ini mengusung tagline "Haji Ramah Lansia".

Baca juga: TP PKK Bintan Dorong Kesadaran Gizi di SDN 007 Gunung Kijang Melalui Program B2SA Goes To School

Kedua, terdapat lebih dari 770 jemaah haji yang wafat tahun lalu, jumlah terbanyak dalam 10 tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini memperkuat urgensi pemerintah untuk memperhatikan kesehatan jemaah haji dalam rangka meminimalkan risiko keselamatan mereka selama ibadah haji.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :