Bayi Perempuan Ditemukan di Depan Rumah Warga Baran Karimun, Diduga Sengaja Ditinggalkan
Mona saat menunjukan tempat ditemukan bayi di depan pintu rumahnya. (Foto: ist)
Karimun, Batamnews - Seorang bayi perempuan yang diduga sengaja dibuang ditemukan di depan rumah seorang warga di Karimun, Kepulauan Riau, pada Selasa, 30 April 2024 dini hari.
Bayi malang tersebut ditemukan terbungkus dalam handuk di alamat Baran I, nomor 70 RT 03/RW 03, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, sekitar pukul 03.45 WIB.
Menurut Mona, pemilik rumah, suaminya adalah orang pertama yang mendengar suara tangis bayi ketika ia bangun untuk buang air kecil. Saat keluar kamar, suami Mona mendengar ada tangisan bayi, dan ia langsung melihatnya dari balik jendela rumah.
Baca juga: Empat Nama Resmi Mendaftar ke PKB Maju Pilkada Karimun 2024-2029
“Suami saya yang tau awalnya karena ada dengar suara bayi di depan rumah saat suami saya hendak buang air kecil,” kata Mona, yang ditemui di rumahnya, Selasa, 30 April 2024.
Mengetahui adanya bayi di depan pintu rumahnya, suami Mona memberitahukan pada dirinya, yang kemudian mereka memberi tahukan ke saudaranya yang berada di belakang rumahnya.
Barulah mereka melihat bersama melalui samping rumah. Mona sendiri tidak ada membuka pintu depan rumahnya lantaran masih takut. Diketahui, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, yang terbungkus dengan kain yang menyerupai handuk.
Baca juga: Bawaslu Karimun Bersiap Rekrut Panwaslu Kecamatan untuk Pilkada 2024
“Saat ditemukan dibungkus handuk warna coklat apa kuning gitu ya. Masih ada bercak darah di bagian tangan. Bayi masih terlihat ada ari-arinya, mungkin baru lahir itu,” ucapnya.
Kemudian, mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Yang hingga akhirnya pihak kepolisian membawa bayi malang itu ke rumah sakit. Hingga kini bayi perempuan yang diduga dibuang ibunya ini masih dalam perawatan di RSUD Muhammad Sani, Karimun.
Belum diketahui sosok pembuang bayi tersebut. Pihak kepolisian masih terlihat berada di lokasi rumah warga guna penyelidikan lebih lanjut.

Komentar Via Facebook :