Harga Dolar Hari ini Kembali Menguat, Berdampak Pada Sejumlah Mata uang Asing Lainnya
Ilustrasi
Jakarta, Batamnews - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat, didorong oleh keyakinan hawkish beberapa pejabat Federal Reserve. Pagi ini, nilai tukar dolar terhadap rupiah mencapai Rp15.630 rupiah per dolar.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen menjadi 105,5460 pada penutupan perdagangan.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga, dengan tingkat tahunan sebesar 4,9 persen, merupakan pencapaian luar biasa. Hal ini menjadi pertimbangan penting saat The Fed merencanakan langkah-langkah kebijakan selanjutnya.
Gubernur The Fed lainnya, Michelle Bowman, melihat angka Produk Domestik Bruto (PDB) terkini sebagai bukti bahwa ekonomi tidak hanya tetap kuat, tetapi juga mungkin berkembang lebih cepat, yang mengharuskan tingkat kebijakan moneter yang lebih tinggi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Tanjungpinang Besok - 8 November 2023: Hujan Ringan, Berawan, dan Suhu Harian
Austan Goolsbee, Presiden Fed Chicago, menyatakan, "Saya terus memperkirakan kita perlu menaikkan suku bunga dana federal lebih lanjut. Selama beberapa bulan ke depan, kita mungkin akan mengalami penurunan inflasi tercepat dalam satu abad terakhir."
Pasar obligasi Treasury AS yang bertenor 10 tahun mengalami penurunan lima basis poin pada Selasa, turun menjadi 4,598 persen setelah membuka perdagangan di sekitar 4,64 persen.
CME FedWatch Tool menunjukkan kemungkinan pengetatan kebijakan tambahan, dengan peluang sebesar 20 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Januari 2024. Di sisi lain, penurunan suku bunga juga sudah mulai diperhitungkan, dengan peluang sebesar 51,05 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei 2024.
Wakil Presiden Bank Sentral Eropa, Luis de Guindos, mengungkapkan, "Perekonomian zona euro kemungkinan akan mengalami kontraksi sedikit atau setidaknya stagnan pada kuartal keempat."
Baca juga: Tim Ganjar-Mahfud: Seharusnya Anwar Usman Diberhentikan Sebagai Hakim
Pada akhir perdagangan di New York, euro melemah menjadi 1,0694 dolar AS dari 1,0723 dolar AS pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris juga merosot menjadi 1,2295 dolar AS dari 1,2351 dolar AS.
Dolar AS dibeli seharga 150,4370 yen Jepang, naik dari 149,9690 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9003 franc Swiss dari 0,8987 franc Swiss, serta meningkat menjadi 1,3758 dolar Kanada dari 1,3691 dolar Kanada. Dolar AS mencatatkan kenaikan menjadi 10,9253 krona Swedia dari 10,9080 krona Swedia.
Penguatan dolar AS pada perdagangan ini mencerminkan keyakinan bahwa Federal Reserve mungkin akan mengambil tindakan lebih ketat dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. Hal ini tentu akan terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu ke depan.

Komentar Via Facebook :