Hanya di Pulau Bintan Otak-Otak Lezat Berbahan Dasar Ikan Cumi dan Sotong

Hanya di Pulau Bintan Otak-Otak Lezat Berbahan Dasar Ikan Cumi dan Sotong

otak otak khas bintan

Bintan, Batamnews - Otak otak khas Bintan tidak hanya menjadi oleh-oleh khas daerah ini tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. 

Dibuat dari bahan dasar ikan bandeng, cumi, atau sotong, otak otak ini memiliki cita rasa khas yang membedakannya dari versi lain di berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun namanya "otak otak," jangan bayangkan makanan ini terkait dengan otak manusia. Sebenarnya, nama ini berasal dari "ota-ota," yang artinya ngobrol atau kongkow. 

Sejak dulu hingga sekarang, otak otak menjadi cemilan yang selalu menyertai momen santai bersama teman-teman. Bahkan, ketika menikmati hidangan seafood di restoran, otak otak sering menjadi pembuka selera sebelum menu utama disajikan.

Baca juga: Chef Deni Sumarko Mengubah Wajah Kuliner Batam dengan Konsep Omakase dan Carte Blanche di Kez Bakery & Restaurant

Proses pembuatan otak otak cukup sederhana. Daging ikan, cumi, atau sotong dipotong dan diambil, lalu dihaluskan dengan blender hingga mencapai kelembutan yang diinginkan. 

Campuran ini kemudian diberi bumbu dari aneka rempah-rempah, seringkali ditambah dengan cumi atau sotong untuk meningkatkan cita rasa. Selanjutnya, adonan dibakar dengan menggunakan batok kelapa atau arang hingga matang.

Berbeda dengan otak otak dari daerah lain seperti Jakarta, Batam, atau Palembang, otak otak khas Bintan dan Tanjung Pinang dibungkus dengan daun kelapa sebelum dibakar menggunakan batok kelapa atau arang. Hasilnya adalah aroma yang menggoda selera. 

Otak otak di sini memiliki bumbu yang terdiri dari berbagai macam rempah-rempah, sehingga tidak perlu dicocol dengan sambal. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuatnya cocok sebagai cemilan saat ngobrol atau kongkow.

Baca juga: Mie Lendir Tanjungpinang: Nikmatnya Kelezatan Sarapan Pagi yang Bertahan Sejak 1967

Otak-otak, sebagai makanan khas Nusantara, memang memiliki variasi dari daerah ke daerah. Di Kepulauan Riau, termasuk Bintan, otak otak berwarna merah bata atau jingga kemerahan karena menggunakan bumbu campuran cabe, bawang, kunyit, dan serai. 

Daun kelapa atau nipah digunakan sebagai pembungkus, dan otak otak ini dibakar atau dipanggang di atas arang, memberikan cita rasa yang lebih kering, pedas, dan beraroma ikan berasap.

Jadi, bagi para pecinta kuliner yang berkesempatan berkunjung ke Bintan, jangan lewatkan untuk mencicipi kelezatan otak otak khas daerah ini. Sebuah pengalaman kuliner yang tak hanya memanjakan lidah tetapi juga mengajak kita untuk merasakan kehangatan budaya setempat.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews