Lubuk Baja Batam Dikepung Banjir! Warga Mulai Mengeluh Berharap Solusi

Lubuk Baja Batam Dikepung Banjir! Warga Mulai Mengeluh Berharap Solusi

Banjir yang terjadi di Villa Marina Lubuk Baja Kota Batam. (Foto: Asrul)

Nurjali

Batam, Batamnews  - Hujan deras yang melanda sebagian wilayah Kota Batam pada Minggu siang telah menyebabkan sejumlah area terendam banjir. Situasi paling kritis terjadi di Kecamatan Lubuk Baja, terutama di sekitar Nagoya yang Antara lain, Grand Batam Mall, kawasan Villa Marina Nagoya, dan Tanjung Uma menjadi beberapa titik terdampak yang paling signifikan. 

Para pengendara terpaksa harus bersabar saat melewati jalanan yang tergenang air akibat banjir tersebut, Minggu, 26 November 2023.

Keadaan paling parah terlihat di Grand Batam Mall yang mengalami banjir cukup serius hingga menjadi viral di media sosial. Bahkan, beberapa area di sekitar pusat perbelanjaan itu terendam air, mengganggu lalu lintas dan menghambat akses ke pintu masuk mall, sebagaimana terekam dalam video yang beredar.

Baca juga: Grand Batam Mall Kembali Terendam Banjir Akibat Hujan Deras!

Salah satu warga, Mirna, yang tinggal di sekitar Baloi mengeluhkan kondisi banjir tersebut. Menurutnya, meskipun hujan deras tidak berlangsung lama, dampaknya sangat mengganggu. "Kapan banjir ini bisa teratasi di Kota Batam?" keluhnya.

Berdasarkan pemantauan Batamnews, terlihat bahwa beberapa titik banjir di wilayah Lubuk Baja mulai surut pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara di kawasan Villa Marina Nagoya, air mulai surut menjelang Magrib, sedikit meringankan beban bagi warga yang terkena dampak banjir.

Wati, salah seorang penduduk Villa Marina, mengekspresikan keheranannya karena kompleks tempat tinggalnya ikut terdampak banjir. "Meskipun hujannya tidak berlangsung lama, tapi intensitasnya sungguh tinggi," ujarnya.

Baca juga: Bea Cukai Tangkap Kapal Pengangkut Rokok Ilegal, Nilainya Mencapai 14 Milyar 

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Suhar, menyoroti bahwa masalah banjir di Batam bukanlah permasalahan yang sederhana, melainkan memerlukan pendekatan yang menyeluruh. 

Menurutnya, dalam konsep penanganan banjir, penting untuk menjaga daerah resapan agar air hujan yang melimpas tidak menjadi beban yang berat.

Beliau menekankan bahwa lahan-lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan kini sudah mulai terusik karena telah dimanfaatkan untuk keperluan lain, yang berujung pada berkurangnya fungsi resapan air.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :