PIJAR Dorong Partisipasi Pemilih Perempuan di Indonesia demi Ganjar Pranowo-Mahfud MD

PIJAR Dorong Partisipasi Pemilih Perempuan di Indonesia demi Ganjar Pranowo-Mahfud MD

Ketua Umum Perempuan Pilih Ganjar (PIJAR), Dyah Kartika Rini (Foto: Facebook Dyah)

Jakarta, Batamnews - Ketua Umum Perempuan Pilih Ganjar (PIJAR), Dyah Kartika Rini, telah menyampaikan tujuan yang mendasari pembentukan organisasi ini, yang bertujuan untuk memaksimalkan partisipasi pemilih perempuan di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 51 persen dari seluruh pemilih. 

Sayangnya, pemilih perempuan menjadi salah satu golongan pemilih putih yang signifikan. Dyah Kartika Rini berbicara dalam sebuah acara di Tugu Proklamasi hari ini dan mengatakan, "Kita ingin menggarap dengan serius pemilih perempuan di Indonesia, karena golput paling banyak terjadi pada pemilih perempuan."

Organisasi PIJAR melibatkan para anggota relawan perempuan yang mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dyah Kartika Rini menjelaskan, "Ada anggota relawan dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi."

Baca juga: Prabowo Subianto Anggota Kehormatan GP Ansor sejak 28 Tahun Lalu

Salah satu alasan kuat yang memotivasi PIJAR untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD adalah kehadiran Siti Atikoh Supriyanti, istri Ganjar Pranowo. Dyah Kartika Rini mengungkapkan keyakinannya terhadap Siti Atikoh Supriyanti, yang dianggap sebagai sosok perempuan pintar, bersahaja, dan sangat dapat diandalkan. 

Dyah menjelaskan, "Kita memiliki keunggulan di Ibu Atikoh, sehingga kita fokus mengajak Ibu Atikoh untuk berkeliling dan memberikan informasi kepada pemilih perempuan tentang sosoknya."

Dyah Kartika Rini juga menjelaskan alasan mengapa banyak pemilih perempuan memilih untuk golput saat hari pemungutan suara. 

Menurutnya, faktor internal seperti urusan rumah tangga, cucian menumpuk, dan tugas menjaga anak menjadi kendala utama yang menghambat partisipasi pemilih perempuan. Dyah Kartika Rini menyatakan, "Nah, itu yang ingin kami bantu. Jangan golput, gunakan hak suara Anda."

Baca juga: Perjuangan Tim BAJA AMIN: Menghadapi Tekanan Berat Menuju Pendaftaran Capres-Cawapres

PIJAR menawarkan solusi sederhana untuk mengatasi kendala ini, yaitu dengan mengawal ibu-ibu yang memiliki kesibukan internal saat hari pemungutan suara tiba. 

Dyah Kartika Rini menjelaskan, "Nanti kami akan melakukan konsolidasi, agar setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan ditempati oleh kader atau simpatisan atau relawan PIJAR. Misalnya, jika alasan pemilih perempuan tidak datang ke TPS adalah karena harus menjaga anak, kami akan memberikan fasilitas penjagaan anak sehingga ibu-ibu tersebut dapat menggunakan hak suara mereka."

Relawan PIJAR telah aktif sejak Juni 2023, dan mereka berencana untuk mengadakan pertemuan besar dengan 1.000 komunitas perempuan Indonesia pada tanggal 14 November 2023. Acara tersebut akan mencakup serangkaian kegiatan bersama istri Ganjar Pranowo di Tennis Indoor Senayan. 

Dyah Kartika Rini berharap bahwa melalui upaya ini, partisipasi pemilih perempuan di Indonesia dapat meningkat dan lebih banyak pemilih perempuan akan menggunakan hak suara mereka pada pemilihan mendatang.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews