Pedagang Korban Peredaran Uang Palsu di Batam Tak Cuma Seorang, Pelaku Diduga Beraksi Pukul 04.00 Pagi

Pedagang Korban Peredaran Uang Palsu di Batam Tak Cuma Seorang, Pelaku Diduga Beraksi Pukul 04.00 Pagi

Nainggolan, salah satu pedagang di pasar Jodoh yang menjadi korban peredaran uang palsu (Foto: tangkapan layar video)

Batam, Batamnews - Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kini dihantui oleh peredaran uang palsu dalam jumlah besar. Dampaknya, para pedagang buah dan sayur menjadi korban utama dari peredaran uang palsu yang marak terjadi.

Para pedagang ini menghadapi kesulitan dalam membedakan uang palsu dari uang asli, karena uang palsu tersebut hampir identik dalam ukuran, warna, dan bentuknya. Salah satu pedagang yang menjadi korban adalah Nainggolan, pedagang sayur-sayuran di Pasar Jodoh.

Menurut Nainggolan, dia mendapatkan uang palsu sekitar pertengahan bulan Agustus lalu. "Saya mendapatkannya pada bulan Agustus kemarin, sebesar Rp. 100.000," ujarnya pada Jumat (6/10/2023) siang di lapak dagangannya.

Baca juga: Waspada! Pedagang di Pasar Jodoh Batam Temukan Uang Palsu Senilai Ratusan Ribu

Dia juga menduga bahwa pengedar uang palsu beraksi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB, ketika pedagang masih sibuk. "Di tempat-tempat seperti ini, pengedar memiliki kesempatan. Apalagi saat ramai," tambahnya.

Tak hanya Nainggolan, pedagang lain seperti Samosir juga menjadi korban peredaran uang palsu. Video Samosir yang meminta bantuan polisi dan pihak terkait telah beredar luas di media sosial.

Pada Sabtu (30/9/2023), Samosir mengungkapkan bahwa barang dagangannya dibeli dengan uang palsu dalam jumlah besar. "Totalnya, barang dagangan saya yang dibeli dengan uang palsu mencapai Rp. 500.000," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Ciduk Pelaku Penipuan di Batam Modus Gunakan Uang Palsu

Samosir telah menyerahkan uang palsu tersebut kepada pihak kepolisian di Polresta Barelang dan memberikan keterangan terkait sumber uang palsu tersebut.

Dia juga mengingatkan para warga yang memiliki usaha dagang untuk selalu berhati-hati terhadap peredaran uang palsu yang semakin merajalela.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews