Ibu di Jambi Diduga Menganiaya Anak Tirinya dengan Setrika Panas 

Ibu di Jambi Diduga Menganiaya Anak Tirinya dengan Setrika Panas 

Ilustrasi

Jambi, Batamnews - Seorang ibu berusia 31 tahun, yang hanya dikenal sebagai N, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap anak tirinya yang berusia 10 tahun dengan menggunakan setrika panas. 

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada pukul 6.30 WIB di Dusun Suka Makmur, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Jambi.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Septa Badoyo, mengungkapkan bahwa N tersulut emosi karena merasa uang belanja yang diberikan oleh suaminya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Emosi yang memuncak itu kemudian dilampiaskan pada anak tirinya.

"Hasil penyelidikan membenarkan adanya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini. Oleh karena itu, kita telah melakukan penangkapan terhadap pelaku, yaitu N," kata AKP Septa Badoyo pada Sabtu, (23/09/2023).

Baca juga: Tragis! Perempuan WNI Diculik, Dikurung, dan Disiksa di Malaysia

Tindakan kekerasan ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari seorang saksi yang mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak tirinya sering terjadi.

Berdasarkan kronologi kejadian yang diungkapkan oleh Badoyo, N sedang menyetrika pakaian di kamarnya ketika anak tirinya memasuki kamar tersebut dengan maksud untuk mengganti pakaian sekolah. Tanpa diduga, N tiba-tiba menempelkan setrika panas ke tubuh anak tirinya, mengakibatkan luka serius pada lengan kanan, lengan kiri, dan kaki kanan korban.

"Tubuh korban mengalami cedera serius di bagian lengan kanan dan lengan kiri serta bagian kaki kanan yang melepuh," ujar Badoyo.

Baca juga: Penusukan ABK Kapal di Kampung Pisang: Pelaku Masih Buron

Badoyo menjelaskan bahwa saat itu N tengah marah kepada suaminya. Kemarahan itu dipicu oleh anggapan N bahwa uang yang diberikan oleh suaminya tidak mencukupi untuk membayar angsuran bank dan koperasi.

"Kami menyimpulkan bahwa insiden ini terjadi karena uang yang diberikan oleh ayah korban tidak mencukupi untuk membayar angsuran bank dan koperasi yang mencapai Rp 8 juta setiap bulannya, sehingga anak tirinya menjadi korban kekerasan," tambahnya.

N kini dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Ia menghadapi ancaman pidana penjara hingga 10 tahun atas tindakan kekerasannya tersebut. Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus ini.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews