Persoalan Water Intake RAPP di Riau, KLHK Diminta Turun Lakukan Pengecekan
Mahasiswa melakukan Depht Interview atau pertanyaan mendalam ditengah masyarakat yang ada di sepanjang Sungai Kampar. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak limbah industri yang dialirkan ke Sungai Kampar.
Pekanbaru, Batamnews - Polemik water intake milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat saat ini. Bahkan, polemik ini sudah menjadi pembahasan di Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning (Unilak).
"Benar, kita sedang membahas mengenai water intake milik PT RAPP," kata Ketua Umum BEM Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak, Hakem Wirayuda kepada Batamnews, Sabtu (12/8/2023) kemarin.
Menurut dia, untuk mencari kebenarannya, BEM Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak meminta kepada Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, untuk melaksanakan pemeriksaan water intake pada PT RAPP.
Baca juga: Polres Siak Blender 57 Gram Sabu Hasil Tangkapan
"Jika temuan tim AMDAL Pelalawan terbukti, perusahaan harus mengikuti aturan sesuai UU Nomor 32 tahun 2009 PPLH dan diberikan sanksi pidana kepada pihak perusahaan atas kesalahan yang dilakukan terhadap perusahaan," jelas Hakem.
Bila perlu lakukan penutupan perusahaan atau pembekuan izin, dengan begitu kata Hakem, agar ada efek jera dan tidak ada lagi perusahaan yang mencemari lingkungan di Kabupaten Pelalawan.
"Lebih tepatnya BEM Fahutan dan Sain Unilak akan aksi besar-besaran demi penyelamatan lingkungan, jika persoalan water intake masih saja terjadi," ujarnya.
Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Ganggu Jarak Pandang di Karimun
Disisi lain beberapa orang mahasiswa saat ini sedang melakukan Depht Interview atau pertanyaan mendalam ditengah masyarakat yang ada di sepanjang Sungai Kampar.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dampak limbah industri yang dialirkan ke Sungai Kampar. Mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Riau yang tengah bimbingan penelitian.
Berdasarkan informasi yang diterima Batamnews, Senin (14/8/2023), dosen pembimbing mahasiswa ini merupakan Dr Muhammad Syafii MSi, yang merupakan anggota Tim Amdal Pelalawan.
"Benar, ada mahasiswa bimbingan penelitian saya, melakukan wawancara mendalam kepada masyarakat Desa Sering. Tepatnya, berada pada titik 0 km pembuangan limbah. Data yang di kumpulkan adalah mengenai kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat terdampak limbah pabrik," jelas Muhammad Syafii.
Ia mengatakan, minggu lalu mahasiswa itu turun ke lapangan melakukan wawancara mendalam kepada masyarakat Desa Sering.
"Sebelumnya data limbah pabrik yang mengalir ke sungai sudah juga kita uji labor. Sekarang kita ambil data sosio kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, saat diminta tanggapan dan konfirmasinya mengenai water intake RAPP yang diminta pindah melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (14/8/2023), pukul 10.35 WIB dan 12.15 WIB, Head of Reliability Maintenance Pulp Mill RAPP, Mulya, tidak menjawab.
Begitu juga dengan Humas RAPP, Budi Firmansyah, yang juga diminta tanggapan dan konfirmasinya mengenai water intake melalui pesan WhatsApp, sekitar pukul 11.20 WIB dan 12.16 WIB, tidak menjawab.

Komentar Via Facebook :