Pasokan Air Terhenti 2 Bulan, Warga Tanjungpinggir Batam Keluhkan Tagihan Membengkak

Pasokan Air Terhenti 2 Bulan, Warga Tanjungpinggir Batam Keluhkan Tagihan Membengkak

Ilustrasi air mengalir. (Foto: ist)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Warga di Perumahan Cipta Green Mansion, Tanjungpinggir, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengeluhkan masalah kekurangan pasokan air selama dua bulan terakhir.

Salah seorang warga setempat, Aditya, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi tersebut. Saat ini, air disuplai melalui tangki dan ada juga warga yang membeli air secara perorangan.

"Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Kami telah mengeluh kepada RT, namun tidak ada solusi," ujar dia, Rabu (31/5/2023).

Dalam dua bulan terakhir, pasokan air selama 24 jam sepenuhnya terhenti. Menurut Aditya, pihak pengembang perumahan masih memiliki tanggung jawab terkait masalah pasokan air tersebut.

Baca juga: Jadwal Ujian dan Libur Sekolah Semester Genap Tingkat SD/SMP di Karimun Tahun 2023

"Kami berencana untuk membuat papan bunga dan spanduk yang memberikan saran kepada warga agar tidak membeli rumah di sini. Kami sedang membahas hal ini dengan anggota komunitas kami," tambahnya.

Aditya melanjutkan bahwa RT telah bergerak, tetapi belum menemukan solusi yang memadai. Hampir semua bagian perumahan mereka terkena dampak kekurangan pasokan air.

Hanya di bagian depan perumahan saja yang masih mendapatkan pasokan air, meskipun hanya tetesan. Aditya juga mengeluhkan tanggapan dari PT Moya yang hanya berjanji akan memperbaiki masalah tersebut, tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang diberikan.

Meskipun pasokan air terhenti, warga tetap membayar tagihan air hingga mencapai lebih dari Rp 500 ribu per bulan, sedangkan sebelumnya mereka hanya membayar sekitar Rp 150 ribuan.

Baca juga: Wahyu Wahyudin Minta Gubernur Ansar Dukung Investasi Pelabuhan di Sei Kolak Bintan

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 50-60 ribu untuk membeli air galon. Selain itu, warga juga membeli air tangki secara patungan.

"Harga air tangki tergantung pada waktu pemesanan. Satu tangki seharga Rp 350 ribu dan cukup untuk lima rumah. Setiap rumah hanya mendapatkan jatahan 500 liter," ungkap Aditya.

"Istri saya sering mengeluh karena kami sama sekali tidak memiliki pasokan air. Kami sudah memasang pompa air, tetapi tidak ada gunanya," tambahnya.

Aditya mengungkapkan bahwa dia telah tinggal di perumahan tersebut selama lebih dari empat tahun. Bahkan, beberapa tetangga di sekitarnya telah memutuskan untuk menjual rumah mereka karena masalah pasokan air ini, termasuk dirinya sendiri.

Selain di Perumahan Green Mansion, masalah kekurangan pasokan air juga terjadi di Central Park Residence. Para warga di Central Park bahkan membuat papan karangan bunga sebagai tanda bela sungkawa atas terhentinya pasokan air di daerah tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :