Singapura Bersiap Menghadapi Risiko Kabut Asap yang Lebih Tinggi, Siaga Dampak El Nino dan IOD

Singapura Bersiap Menghadapi Risiko Kabut Asap yang Lebih Tinggi, Siaga Dampak El Nino dan IOD

Singapura bersiap menghadapi risiko kabut asap dari fenomena el nino dan iod (ilustrasi)

Singapura, Batamnews - Pemerintah Singapura melalui Inter-Agency Haze Task Force (HTF) sedang mengkoordinasikan rencana aksi dalam menghadapi kemungkinan kabut asap. Demikian yang diumumkan oleh lembaga cuaca Singapura,  Meteorological Service Singapore (Met Service) pada Selasa (30/5/2023).

HTF telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi cuaca yang lebih kering dan panas, dengan Met Service memperkirakan kondisi El Nino akan muncul pada paruh kedua tahun 2023.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Akan Kunjungi Singapura Pekan Ini

Selain kondisi El Nino, Met Service juga memprediksi terjadinya Indian Ocean Dipole (IOD) yang positif selama periode tersebut.

Kedua fenomena iklim ini diperkirakan akan membawa kondisi yang lebih hangat dan kering ke Singapura dan wilayah sekitarnya dari Juni hingga Oktober tahun ini. Met Service menambahkan bahwa hal ini akan meningkatkan risiko kabut asap lintas batas yang dapat mempengaruhi Singapura dan wilayah sekitarnya.

Baca juga: Perhatikan Aturan Saat Liburan di Singapura: Larangan yang Harus Kamu Tahu

Dalam menghadapi situasi ini, masyarakat juga diimbau untuk melakukan persiapan, seperti memastikan ketersediaan masker wajah N95 yang cukup serta penjernih udara yang berfungsi dengan baik, demikian disampaikan oleh otoritas nasional tentang cuaca dan iklim.

El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) adalah pola iklim alami yang mempengaruhi kondisi cuaca global. 

El Nino terjadi di Samudra Pasifik khatulistiwa dan dikaitkan dengan perubahan suhu permukaan air dan atmosfer di wilayah tersebut. Sementara itu, IOD mirip dengan El Nino tetapi terjadi di Samudra Hindia khatulistiwa. Kedua fenomena ini dapat memengaruhi pola curah hujan dan suhu di Singapura dan wilayah sekitarnya.

Dalam kondisi El Nino yang kuat, curah hujan di Singapura selama musim monsun barat daya dari Juni hingga September dapat berkurang hingga 45 persen di bawah rata-rata. Selain itu, El Nino juga membawa suhu yang lebih tinggi ke Singapura. Pada peristiwa El Nino sebelumnya, suhu rata-rata Singapura meningkat hingga 1,2 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Nongkrong Murah di Singapura yang Wajib Dikunjung

Met Service memperkirakan bahwa musim kemarau tahun ini bisa menjadi lebih intens dan berkepanjangan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, serta berlanjut hingga bulan Oktober. Hal ini dapat meningkatkan risiko kebakaran gambut dan vegetasi di daerah rawan kebakaran. Jika terjadi kebakaran yang berdekatan dan angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya, maka kabut asap dapat mengganggu Singapura.

Met Service memperingatkan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan cuaca. Langkah-langkah pencegahan seperti persiapan masker wajah dan penjernih udara di rumah dapat membantu melindungi kesehatan saat kabut asap terjadi. 

Selain itu, Met Service juga mendorong masyarakat untuk mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Dalam menghadapi potensi risiko kabut asap yang lebih tinggi, HTF telah mengambil langkah-langkah koordinasi untuk mengatasi situasi tersebut. Mereka bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait dan mempersiapkan rencana aksi yang melibatkan berbagai sektor, termasuk kesehatan, lingkungan, dan keamanan.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah memastikan ketersediaan masker wajah N95 yang memadai. Masker ini dianggap lebih efektif dalam melindungi pernapasan dari partikel-partikel berbahaya dalam kabut asap. 

Selain itu, HTF juga mendorong masyarakat untuk memeriksa kondisi penjernih udara di rumah mereka dan memastikan bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Met Service secara terus-menerus memantau perkembangan cuaca dan kondisi iklim di wilayah ini. Mereka akan terus memberikan pembaruan dan informasi terkini kepada masyarakat tentang perkiraan cuaca, peringatan kabut asap, dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews