Pasokan Ngadat, Warga Karimun Keluar Duit Banyak untuk Beli Beli Air Bersih

Pasokan Ngadat, Warga Karimun Keluar Duit Banyak untuk Beli Beli Air Bersih

Kantor Perumda Tirta Mulia, Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Dodo

Karimun, Batamnews - Persoalan pasokan air bersih tak hanya terjadi Batam, Kepulauan Riau. Hal serupa juga dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Karimun.

Sejumlah pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun mengeluh karena tidak mengalirnya air yang cukup lama. Mereka menyampaikan protes secara langsung ke kantor BUMD Tirta Mulia Karimun.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan keluhan dan mencari tahu solusi yang akan diberikan oleh BUMD tersebut.

Herianto, salah seorang warga Sungai Lakam Timur, mengeluh bahwa air tidak mengalir ke rumahnya selama empat bulan terakhir. Mereka sudah membeli air dari truk tangki selama empat bulan tersebut dan menghabiskan biaya sekitar Rp 500 ribu per bulan. 

"Padahal, jika air mengalir lancar, biayanya hanya sekitar Rp 100 ribu per bulan. Kami masih menunggu solusi dari Perumda Tirta Mulia Karimun untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya, Senin (10/4/2023).

Baca: Suplai Air Bersih di Karimun Besar Terganggu, Warga: Cucian dan Piring Kotor sudah Numpuk

Kabag Umum Perumda Tirta Mulia Karimun, Rahmad, menjelaskan bahwa sembilan kepala keluarga (KK) telah menanyakan alasan mengapa air tidak mengalir selama dua bulan terakhir. 

Meskipun warga sebelumnya mengatakan bahwa air tidak mengalir selama empat bulan, Rahmad mengakui bahwa sampai saat ini belum ada solusi meskipun warga telah mengadu sebelumnya.

Rahmad menjelaskan bahwa ada tekanan yang mulai menurun di wilayah Sungai Lakam Kecamatan Karimun. Ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk penambahan jumlah pelanggan dan kondisi jaringan pipa. 

Selain itu, wilayah produksi belum menambah bak penampung sejak tahun 1996 dan masih menggunakan kapasitas standar.

Solusi yang diberikan kepada warga adalah mencoba menggunakan transmisi dua, yang sambungannya berada di wilayah Kecamatan Meral. 

"Ada risiko jika menggunakan solusi tersebut karena mungkin wilayah lain yang malah terkorbankan. Namun, kami akan tetap berusaha untuk mengatasi masalah ini," kata dia. 

Beberapa kepala keluarga di wilayah Sungai Lakam belum mendapatkan pasokan air, namun wilayah tersebut bukanlah daerah yang terkena dampak paling parah.

Perumda Tirta Mulia Karimun berharap bahwa masalah ini akan teratasi sebelum Lebaran tiba. Namun, jika solusi yang diberikan tidak berhasil, Perumda Tirta Mulia Karimun akan terus mencari jalan keluar yang terbaik.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :