Hacker Bobol Data 37 Juta Pelanggan Operator Seluler T-Mobile, Sejumlah Informasi Dicuri

Hacker Bobol Data 37 Juta Pelanggan Operator Seluler T-Mobile, Sejumlah Informasi Dicuri

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Boston - Sebanyak 37 juta data pelanggan seluler Amerika Serikat (AS), T-Mobile telah dicuri oleh penyusup pada akhir November tahun lalu.

Menurut T-Mobile dalam pemberitahuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS, gangguan tersebut terdeteksi pada 5 Januari 2023. Di antara informasi pelanggan yang dicuri termasuk alamat, nomor telepon, dan tanggal lahir.

Namun, perusahaan mengonfirmasi bahwa data yang dicuri tidak termasuk kata sandi, nomor PIN, rekening bank, informasi kartu kredit, nomor Jaminan Sosial, atau informasi pengenal pemerintah lainnya.

"Penyelidikan kami masih berlangsung, tetapi sejauh ini aktivitas jahat telah sepenuhnya diatasi," katanya, menginformasikan bahwa tidak ada bukti penyusupan ke dalam jaringan perusahaan dilansir AP, Jumat (20/1/2023).

Baca: Tantangan Apple ke para Hacker: Silakan Bobol Sistem Terbaru Jika Ingin Rp30 Miliar!

T-Mobile tidak segera menanggapi permintaan komentar. Perusahaan mengatakan telah memberi tahu pihak berwenang dan agen federal, dan tidak mengharapkan peretasan itu berdampak signifikan pada operasinya.

Perusahaan menjelaskan, data perusahaan telekomunikasi itu pertama kali diakses penyusup pada atau sekitar 25 November tahun lalu.

T-Mobile telah diretas sebelumnya, yang memaksa perusahaan membayar US$350 juta atau sekira Rp 5,2 triliun pada Juli tahun lalu kepada pelanggannya yang mengajukan gugatan bersama.

Hal ini mengikuti pengungkapan perusahaan pada Agustus 2021 bahwa informasi pribadi pelanggannya termasuk nomor Jaminan Sosial dan informasi SIM telah dicuri, dengan hampir 80 juta warga AS terdampak.

Baca: Data Facebook Bocor, 533 Juta User Terancam Dibegal Hacker

Saat itu, T-Mobile mengumumkan akan membelanjakan US$150 juta atau sekira Rp 2,2 triliun hingga tahun ini untuk memperkuat keamanan data dan teknologi lainnya.

Sebelum Agustus 2021, T-Mobile juga telah melaporkan pelanggaran pada Januari 2021, November 2019, dan Agustus 2018, yang melibatkan akses ke informasi pelanggan.

(dod)
Komentar Via Facebook :