Dua Pelajar Meninggal Terjangkit DBD di Bintan, Dinkes Catat 77 Kasus Tahun Ini

Dua Pelajar Meninggal Terjangkit DBD di Bintan, Dinkes Catat 77 Kasus Tahun Ini

ilustrasi

Muhammad Ikhsan

Bintan, Batamnews - Sebanyak 77 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dicatat Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan sepanjang tahun ini. Dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kadinkes Bintan, dr Gama AF Isnaeni kasus tersebut tesebar di 10 kecamatan. Dua kasus meninggal merupakan anak-anak.

"Dua anak yang masih berstatus pelajar meninggal dunia karena DBD di tahun ini. Yaitu dari Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam dan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur," ujar Gama, Kamis (15/12/2022).

Baca juga: Dinkes Catat 75 Kasus DBD Serang Warga Lingga Sepanjang Januari-Oktober 2022

Kecamatan Bintan Timur menjadi penyumbang terbesar yaitu 38 kasus, Bintan Utara 14 kasus, Seri Kuala Lobam 11 kasus, Teluk Sebong 5 kasus, Toapaya 4 kasus, Gunung Kijang 2 kasus, Bintan Pesisir 2 kasus, dan Tambelan 1 kasus.

"Kalau Kecamatan Teluk Bintan dan Mantang tidak ada kasus di tahun ini alias zero kasus," jelasnya.

Musim penghujan menjadi faktor penyebab perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti. 

DBD menyebabkan infeksi pada sel-sel tubuh yang sehat.

Baca juga: Musim Penghujan, Kasus DBD di Lingga Oktober 2022 Meningkat

Kemudian timbul berbagai gejala. Mulai dari demam tinggi hingga suhu tubuh 40 derajat celcius, muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual dan muntah, infeksi tenggorokan, serta sakit di sekitar bola mata.

"Akibat mengalami berbagai gejala tersebut mereka dirawat di puskesmas maupun rumah sakit," katanya.

DBD, kata Gama, juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga di Kabupaten Bintan selain Covid-19. Maka diminta masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yaitu ikut serta dan ikut peduli membersihkan lingkungan dan melakukan gerakan 3M plus.

Kemudian menggalakan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) dengan mengktifkan terus juru pemantau jentik (Jumantik) dengan gerakan 1 rumah 1 jumantik di setiap pemukiman warga.

"Kami meminta masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan bersih. Ingat, lebih baik cegah dari pada mengobatinya," ucapnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :