Bongkar Sindikat Narkoba, Belasan ABK Kapal Kayu Diringkus Bea Cukai-Bareskrim Polri di Meranti

Bongkar Sindikat Narkoba, Belasan ABK Kapal Kayu Diringkus Bea Cukai-Bareskrim Polri di Meranti

KLM Cahaya Indah.

Meranti, Batamnews - Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Riau mengungkap kasus sindikat narkoba di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Belasan Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal kayu KLM Cahaya Indah diamankan, Senin (26/9/2022) lalu.

Kapal itu sedang berada di Perairan Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti. Didekati petugas, salah seorang ABK kabur dengan menceburkan diri ke laut. 

Hingga kini pria bernama M Ilham (40), warga Jalan Sei Barito, Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara itu hilang. Tim SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian. Belasan ABK lainnya diduga terlibat dalam memasok barang haram itu lewat jalur laut.

Baca juga: Polda Riau Bongkar Jaringan Narkotika Kelas Kakap, Barang Bukti 203 Kg Sabu dan 403 Ribu Ekstasi

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus sabu sebelumnya. Pada (20/9/2022) sebuah gudang ekspedisi digeledah polisi. Lokasinya di Jalan Tebingtinggi, Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tiga orang ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2 kilogram. "Penindakan tersebut dilakukan oleh Mabes Polri yang bersinergi dengan pihak Bea Cukai," kata petugas Pos Bea Cukai Selatpanjang, Wachid Aryanto. 

"Ini bagian dari pengembangan oleh pihak Bareskrim yang bersinergi dengan Bea Cukai. Masih terdiri dari tim yang sama, namun ganti personel, karena ini masih dalam proses penyidikan," kata Wachid, Selasa (27/9/2022). 

Saat ini, 11 orang tersangka dititipkan di kantor lama Bea Cukai, di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang. Tangan mereka tampak diborgol. Mereka didampingi petugas melakukan tes urine. 

Bea Cukai bersama dengan Satreskrim Polres Meranti juga terlihat melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang digunakan sebagai alat angkut narkoba.  "Pelaku 11 orang dititipkan di kantor lama, kita lagi menunggu penyidik dari Mabes," ujarnya. 

Wachid menyebut barang bukti yang diamankan beratnya mencapai 20 kilogram.  "Barang buktinya ada, beratnya kurang lebih segitulah dan sudah dibawa ke Pekanbaru," kata dia.

Terhadap satu pelaku yang belum ditemukan menceburkan diri ke laut, Wachid belum berani berkomentar. "Kalau terkait hal itu, saya belum monitor," ucapnya.

Sementara itu Komandan Pos Unit Siaga SAR Selatpanjang, Juhandra saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap seorang ABK hilang. Namun hingga saat ini belum ditemukan. 

"Masih nihil, untuk titik koordinat pencarian berada di 0°54'28" N 102°56'41" E. Kalau untuk lokasinya di Tebingtinggi Timur, depan Sungai Tohor," kata Juhandra. 
 

(jun)
Komentar Via Facebook :