Soal Siswa SDN 04 Tanjunguma Belajar Sambil Lesehan Akhirnya Tertuntaskan

Soal Siswa SDN 04 Tanjunguma Belajar Sambil Lesehan Akhirnya Tertuntaskan

Wali Kota Rudi saat menyambangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Lubukbaja, Batam. (Foto: ist)

Batam - Persoalan kegiatan belajar siswa secara lesehan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Lubukbaja, Batam, Kepulauan Riau akhirnya tertuntaskan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyambangi langsung sekolah tersebut pada Jumat (23/9/2022) siang.

"Saya hadir dalam rangka mengecek informasi yang beredar bahwa sekolah ini tak ada bangku," ucap Rudi.

Baca: Tiga Bulan Siswa Kelas VI SDN 04 Tanjunguma di Batam Belajar Tanpa Bangku dan Meja

Rudi menerangkan, tidak adanya sebagian modular di sekolah ini erat kaitannya dengan sistem penganggaran. Siswa terkait merupakan penerimaan ajaran tahun 2021. Sementara, penganggaran tidak bisa langsung pada tahun berjalan.

"Maka dianggarkan tahun 2022. Sebenarnya sudah selesai bangkunya, tapi belum sempat dibawa saja (kemarin). Alhamdulilah seperti kita lihat bangkunya sudah ada," papar Rudi.

Kehadiran Rudi, bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Azril Apriansyah.

Baca: Ironi Ruang Belajar Darurat di SMA 25 Batam, Uba Panggil Disdik Kepri   

Sementara itu, Kepala Disdik Batam Hendri Arulan menyebutkan, berkat arahan langsung wali kota, perihal meubelair di sekolah tersebut terpenuhi. 

"Alhamdulilah, kita lihat bersama dia ruang belajar ini sudah dilengkapi meubelair-nya," pungkasnya.

Sebelumnya, siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Tanjunguma dikabarkan mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan bangku. Kabar itu kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Menanggapi hal itu, Kepala SDN 04, Raudah mengatakan bahwa kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Namun ia mengakui, proses belajar mengajar tanpa bangku dan meja hanya berlangsung tiga bulan belakangan saja.

"Mengenai siswa kita yang belajar, tanpa adanya sarana bangku dan kursi memang benar. Namun situasi ini baru dirasakan siswa tiga bulan belakangan," ujarnya, Kamis (22/9/2022).

Komentar Via Facebook :