Ironi Ruang Belajar Darurat di SMA 25 Batam, Uba Panggil Disdik Kepri   

Ironi Ruang Belajar Darurat di SMA 25 Batam, Uba Panggil Disdik Kepri   

Anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging bersama Kepsek SMA 25 Batam. (Foto: Arjuna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Kondisi SMAN 25 Batam bikin prihatin Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging. Ruang kelas mereka tak memadai lagi menampung siswa yang jumlahnya mencapai 754 orang.

Secara swadaya, pihak sekolah dan orangtua murid akhirnya membangun ruang kelas baru darurat. Mereka terpaksa membangun ruang kelas dengan posisi terbuka tanpa dinding. Tak tampak seperti ruang kelas.

Hanya lokasi yang dilakukan semenisasi diberi atap seng, tiang dan dibawahnya diberi bangku dan kursi hingga papan tulis.

SMA 25 Batam di kawasan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong ini sebenarnya dibangun pada 2019. 

Lantas karena anggaran mandek akibat adanya refocussing APBD Pemprov Kepri saat pandemi Covid-19 lalu, pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang sudah diusulkan pun urung terlaksana.

Kepala SMAN 25 Batam, M Syurman Rizal mengatakan, pihaknya memanfaatkan ruang terbuka sebagai kelas. Apalagi jumlah murid yang diterima sudah kadung berjumlah demikian.

"Terpaksa kami memanfaatkan ruangan terbuka di sekolah untuk kita jadikan ruang kelas tambahan dengan semenisasi seadanya," ucap dia.

Dalam kunjungannya ke sekolah ini, Jumat (13/5/2022), Uba Ingan berharap Pemprov Kepri segera menganggarkan pembangunan RKB

"Ironis. Karena kita tau Kota Batam itu setiap tahun mengalami masalah pendidikan. Kami mengapresiasi kepala sekolah dan terutama pihak guru yang luar biasa kreatif karena bisa menyiasatinya ketiadaan ruang kelas," kata Uba.

Minta Pemprov Alokasikan dari APBD langsung

Terkait anggaran, Uba memastikan sudah ada alokasi lebih Rp 2 miliar yang akan diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK)

Meski begitu, menurut dia, harusnya Pemprov menggunakan APBD dalam membangun, kemudian kekurangannya baru didukung oleh DAK.

"Dalam hal ini kami lihat DAK itu sifatnya supporting, harusnya dari Pemprov," ucap Uba.

 

Ia menambahkan, pembangunan dari DAK ini sering menimbulkan polemik, contoh tahun lalu di SMK 4 Tiban tidak selesai dan akhirnya dana itu ditarik, sekolah pun terbengkalai," katanya.

Pihaknya berharap, dengan situasi ini Gubernur Kepri harus betul-betul menjalankan visi misinya memprioritaskan peningkatan SDM.

"Pendidikan ini bukan pembangunan yang sifatnya temporary ataupun dadakan, dia terencana dan berkesinambungan. Harusnya ini jadi prioritas," kata Uba.

Langkah DPRD Kepri ke depannya, mereka akan memanggil Kepala Disdik Kepri beserta jajaran mengenai apa langkah lanjutan dinas dalam membangun SMAN 25 Batam itu.

Pemprov Pastikan Anggaran Bangun RKB SMA 25 Batam

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri memastikan pembangunan SMAN 25 Batam akan berlangsung pada tahun 2022 ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Kepri, Hasan, Jumat (13/5/2022). Penganggarannya diambil dari DAK.

"Tahun 2022 melalui Dinas Pendidikan Provinsi sudah menganggarkan sebesar Rp 2,8 miliar untuk merenovasi SMAN 25 itu," ujar dia.

Perihal pembangunan yang bisa dibilang mandek itu, lanjut Hasan, disebabkan sebelumnya perencanaan penganggaran dilakukan pada tahun 2020 dan akan di kerjakan di 2021.

Setelah melalui beberapa tahapan, ternyata pengerjaannya tidak langsung selesai, artinya secara bertahap. Faktor lain dikarenakan biayanya cukup besar.

"Tapi ternyata bertahap pengerjaannya, karena besar biayanya. Jadi di tahun 2021 belum siap, makanya akan dilanjutkan di tahun 2022 ini," ujar dia.

Ditegaskannya lagi, bahwa untuk anggaran pembangunan sekolah itu sudah dipastikan tersedia. Tinggal tunggu progres pembangunan saja.

"Jadi anggarannya sudah ada di DAK, itu keterangannya langsung ditandatangani oleh Dinas Pendidikan Kepri sebesar Rp 2,8 miliar," kata Hasan. 
 

(jun)