Mengenal Mandi Safar, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Melayu di Lingga

Mengenal Mandi Safar, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Melayu di Lingga

Tradisi Mandi Safar yang dilakukan Pemkab Lingga di Desa Resun tahun lalu. (Foto: dok.linggakab)

Lingga, Batamnews - Hari ini, tepatnya Rabu (21/9/2022), objek wisata pemandian yang ada di Pulau Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), seperti Air Terjun dan Pantai bakal ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat untuk melaksanakan tradisi Mandi Safar.

Mandi Safar adalah salah satu tradisi lama Melayu yang hingga kini masih terjaga eksistensinya di Kabupaten Lingga. Tradisi lama yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam ini digelar setiap tahun di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah.

Tradisi tersebut dilakukan masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu secara turun temurun sejak lama. Bahkan, Sultan-sultan zaman dahulu juga telah melakukan kegiatan yang memiliki makna luar biasa itu.

Baca juga: 10 Rekomendasi Objek Wisata di Lingga saat Tradisi Mandi Safar

Sesuai dengan namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan acara mandi dengan tujuan untuk menolak bala. Dilansir dari berbagai sumber, Tradisi Mandi Safar ini sudah dilaksanakan sejak zaman Sultan Riau-Lingga, Sultan Abdulrahman Muazamsyah yang memerintah tahun 1883-1911.

Saat ini, kegiatan Mandi Safar sudah menjadi agenda kegiatan yang dilaksanakan di Pemkab Lingga melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga. Mandi Safar menjadi objek wisata yang sangat menarik, khususnya objek wisata sejarah dan budaya.

Sekaligus untuk meningkatkan silaturahmi, baik dengan sesama tetangga maupun dengan keluarga lainnya. Namun, makna lain yang diambil dari pagelaran Mandi Safar adalah sebagai sarana untuk intropeksi diri.

Baca juga: Rumah Kebun, Tempat Wisata Kekinian di Dabo Singkep yang Asyik dan Nyaman Buat Nongkrong

Baik secara lahiriah maupun secara batin dan mengharapkan rida dari Allah SWT. Sekaligus untuk melestarikan budaya lama yang sudah ada di daerah ini sejak ratusan tahun yang lalu.

Tradisi Mandi Safar juga dilaksanakan masyarakat Lingga umumnya. Ada yang melaksanakannya secara berkelompok di tempat pemandian umum dan ada juga yang melaksanakannya di sekitar masjid-masjid yang ada.

Sesuai dengan pemahaman orang Melayu yang identik dengan islam, Mandi Safar ini telah mengajarkan kita supaya banyak istighfar, bersalawat, membaca dan banyak melakukan silaturahmi.

(ruz)