Perpanjangan Runway Bandara Karimun Kekurangan Anggaran, Bupati Rafiq Jemput Bola ke DPR-RI

Perpanjangan Runway Bandara Karimun Kekurangan Anggaran, Bupati Rafiq Jemput Bola ke DPR-RI

Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPR-RI di Jakarta belum lama ini. (ist)

Karimun, Batamnews - Pemkab Karimun berkoordinasi dengan DPR-RI soal pengembangan Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun. Proyek ini masih terkendala anggaran yang belum mencukupi.

Anggaran yang diperlukan untuk pengembangan Bandara RHA cukup besar, yakni sekitar Rp 180 miliar. 

Dana yang ada baru terkumpul sebesar Rp 120 miliar dari Kementerian Perhubungan RI dan Rp 10 miliar dari APBD Pemprov Kepri untuk pembebasan lahan.

Menyikapi hal ini Bupati Karimun, Aunur Rafiq bertemu langsung dengan Wakil Ketua DPR-RI, Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmad Gobel di Jakarta belum lama ini.

"Saya secara langsung berkoordiansi dengan Wakil DPR RI, Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Bapak Rachmad Gobel untuk membahas pembangunan bandara RHA," kata Rafiq, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Kementerian LHK Bakal Putihkan Hutan Lindung untuk Pembangunan Bandara RHA Karimun

Pembangunan bandara RHA tersebut yang akan digesa yakni perpanjangan landasan pacu atau runway. Pihaknya menargetkan sejumlah maskapai dengan pesawat ukuran besar bisa membuka rute di Karimun

"Saat ini panjang runway. Bandara karimun hanya 1.600 meter dan akan diperpanjang hingga minimal 2.000 meter," ujar bupati.

Lahan perpanjangan landasan pacu tersebut, juga telah membebaskan status kawasan hutan lindung yang dikeluarkan oleh kementerian.

Baca juga: Kementerian LHK Setuju Bebaskan Hutan Lindung Bandara RHA Karimun


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews