Ungkap Kasus Judi di Kepri, Polisi Tangkap Total 55 Tersangka

Ungkap Kasus Judi di Kepri, Polisi Tangkap Total 55 Tersangka

Polda Kepri menggelar konferensi pers pengungkapan tersangka kasus perjudian (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) membongkar sejumlah kasus perjudian di Kepulauan Riau. Polisi mengungkap 15 kasus perjudian dengan 55 orang tersangka dalam waktu sepekan. 

"Dibuktikan dengan menangkap puluhan pelaku judi dan hari ini kita lakukan konferensi pers ungkap kasus perjudian," ujar Kapolda Kepri, Irjen Pol Dr. Aris Budiman saat menggelar konferensi pers di Mapolda Kepri, Senin (22/8/2022). 

Mantan Direktur Penyidikan KPK ini, 15 kasus tersebut terdiri dari 8 kasus perjudian konvensional yaitu sie jie, 3 kasus.

Lalu 3 kasus gelper serta 1 kasus song yang diungkap oleh Polresta Barelang, sedangkan Polres Bintan hanya menangkap 1 kasus kartu remi.

"Ada juga 7 kasus perjudian online yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Kepri 1 kasus yakni website dan 1 kasus Ditreskrimsus Polda Kepri yaitu juga website. Polresta Barelang 1 kasus aplikasi Highs Domino, Polresta Tanjungpinang 1 kaus sie jie online, Polres Karimun 2 kasus sie jie atau togel online dan Polres Lingga juga 1 kasus sie jie togel online," ujar Aris.

Sementara itu, peran masing-masing tersangka dari 55 orang ini antara lain penulis sie jie, pembeli kertas sie jie, penjual kertas sie jie, pengawas pada website perjudian online, costumer service, pemilik kedai, kasir dan pemain judi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni 2 unit sepeda motor, 24 unit handphone, 5 unit CPU, 4 unit mesin gelper, 2 buah tas selempang, uang yang digunakan untuk transaksi perjudian, 11 set kartu remi.

Selain itu, juga terdapat barang bukti berupa 7 unit token dari bank yang digunakan untuk transaksi, 28 buah buku rekapan nomor sie jie Hongkong, 13 buah buku tabungan, 1 unit kalkulator dan 6 buah pena.

Atas perbuatannya para pelaku diancam dengan jeratan pasal 303 KUHPidana, Pasal 303 Bis, KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 25 juta.

"Sedangkan untuk judi online akan dikenakan tambahan berupa Pasal 27 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta dengan maksimal Rp 25 Miliar," katanya.

(rez)
Komentar Via Facebook :