Hindari Tumpukan Pasir, Mobil Pick-up Tabrak Gran Max di Perbatasan Bintan-Tanjungpinang

Hindari Tumpukan Pasir, Mobil Pick-up Tabrak Gran Max di Perbatasan Bintan-Tanjungpinang

Kondisi dua mobil yang rusak usai bertabrakan di perbatasan Bintan-Tanjungpinang. (Foto: Ari/batamnews)

Bintan, Batamnews - Kecelakaan lalulintas melibatkan dua unit mobil terjadi di tanjakan Gapura Tanjungpinang-Kijang, Jalan Nusantara Km 14, Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 10.00 WIB. 

Dua mobil yang bertabrakan itu adalah pick-up Mitsubishi L-300 BP 8692 TA dengan Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 2171 SRC.

Informasi di lapangan, kecelakaan itu terjadi diduga karena salah satu kendaraan mengelak dari tumpukan pasir yang berada di tengah jalan. 

"Iya, sepertinya pick-up itu mengelak tumpahan pasir atau minyak di jalanan," ujar seorang pria yang membantu para korban di lokasi kejadian.

Pria berbaju hitam tersebut menambahkan jika mobil pick-up itu datang dari arah Kijang hendak ke Tanjungpinang. Sementara,  Daihatsu Gran Max datang dari arah Tanjungpinang mau ke Kijang.

Setibanya di tanjakan dekat gapura perbatasan antara Tanjungpinang-Kijang atau 200 meter dari Sungai Pulai, mobil L-300 mengelak dari sesuatu sehingga laju mobil tersebut tak dapat dikontrol hingga mengantar bagian depan Daihatsu Gran Max.

"Pick-up itu laju dari bawah ke atas dan nabrak bagian depan mobil. Lalu pick-up itu berputar," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi L-300 dan penumpang di sebelahnya mengalami luka. Begitu juga dengan sopir Gran Max dan semuanya langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Pas ada mobil TNI jadi ditolong sama TNI dan dibawa ke rumah sakit," katanya.

Salah seorang penumpang mobil Daihatsu mengatakan dalam mobil yang ditumpanginya ada 4 orang termasuk sopir yang mengalami luka cukup parah. 

"Bagian kepalanya berdarah. Kalau dua orang yang di pick-up tak terlalu parah," sebutnya.

Pantauan di lapangan, akibat kecelakaan tersebut arus lalulintas di lokasi kejadian menjadi macet. Karena kedua kendaraan belum dievakuasi dan masih berada di bahu jalan hingga pukul 11.30 WIB. 

(ary)