Polda Kepri dan JCLEC Jalin Kerjasama Bidang Investigasi Internasional

Polda Kepri dan JCLEC Jalin Kerjasama Bidang Investigasi Internasional

Polda Kepri menerima kunjungan JCLEC (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Senior Irregular Migration Liaison Officer regional Ciordinarot Asia melakukan audiensi ke Polda Kepulauan Riau (Kepri), dalam rangka menjalin kerjasama, pada Rabu (3/8/2022) lalu.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, Mr. Joel Lamb selaku Polisi Selandia Baru serta Mr. Awan Poesoro selaku Penasehat Kebijakan dan Keamanan Kepolisian Selandia Baru.

Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, tujuan dari pelaksanaan audiensi ini yaitu menjalin kerjasama antara Polda Kepri dengan Jakarta Center Law Enforcement Cooperation (JCLEC) dalam bentuk pengiriman personel ke JCLEC untuk melaksanakan pelatihan investigasi berkaliber internasional.

"Kita lakukan kerjasama dalam pelaksanaan investigasi internasional," ujar Harry, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, secara struktur organisasi, JCLEC berada dibawah kepala lembaga pendidikan kepolisian. JCLEC adalah suatu pusat pelatihan dalam rangka kerjasama penegakan hukum.

Pelatihan tersebut didirikan berdasarkan deklarasi bersama Polri dan Australian Federal Police.

"JCLEC ini sendiri dibangun semata-mata untuk kepentingan keselamatan dan kemanusiaan dengan meningkatkan kapasitas kemampuan operasional para penegak hukum dalam menangani segala kejahatan lintas negara," katanya.

"Seperti halnya perang melawan aksi terorisme," tambah dia.

Lebih lanjut, Harry menyebutkan bahwa terdapat empat materi yang umumnya diberikan di JCLEC. Yakni Intelijen, Manajemen, Investigasi dan Forensik. Namun investigasi dan manajemen lebih dominan ditekankan dalam setiap materi kursus bagi para peserta.

Sementara itu, kurikulum di JCLEC juga sangat beragam. Mulai dari manajemen insiden paska ledakan, pengenalan dan identifikasi senjata api, program anti teror dan penuntutan hukum.

"Ada juga kepemimpinan dalam intelijen kriminal, program kepemimpinan eksekutif regional, manajemen internasional pada kejahatan serius, anti pencucian uang dan puluhan program pelatihan unggulan lainnya," pungkasnya.

(rez)