Hujan Seharian, Sejumlah Wilayah di Pulau Karimun Besar Dikepung Banjir

Hujan Seharian, Sejumlah Wilayah di Pulau Karimun Besar Dikepung Banjir

Sejumlah wilayah Pulau Karimun Besar direndam banjir (Foto: Ist/Firdaus)

Karimun, Batamnews - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), sejak Jumat (29/3/2022) siang. Kemudian, hujan kembali melanda pada sore hari dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Akibatnya, beberapa wilayah yang rawan, terendam banjir. Seperti di kawasan Pelipit dekat rumah makan Taruko, kemudian Jalan A Yani Sungai Lakam dekat Sate Madura, dan dekat wilayah Kopi Kijang Lampu Merah Sungai Lakam.

Lalu, beberapa titik juga terpantau di wilayah Kecamatan Tebing, Meral dan Meral Barat, yang pada umumnya air menggenangi ruas-ruas jalan protokol dengan ketinggian sekitar 20 hingga 30 centi meter (cm).

"Kalau hujannya lama dan deras, pasti banjir. Selokan yang udah dibersihkan pun tetap tidak bisa menampung air hujan dan akhirnya meluap ke jalan," kata Rafi, warga Jalan A Yani Sungai Lakam.

Air yang menutupi ruas jalan juga dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara yang melintas. Oleh karena itu, warga berinisiatif memberikan batas pada pinggir jalan, agar pengendara tidak terperosok ataupun menambrak pembatas jalan.

"Kita kasih kursi tepi jalan, biar yang lewat tau kalau itu batas jalan," ucapnya.

Selain itu, terlihat juga anggota kepolisian dari Polres Karimun mengamankan jalur lalu lintas di beberapa lokasi titik banjir. Kemudian, titik banjir yang cukup parah di wilayah Teluk Air. Warga harus mengungsikan barang-barang agar tidak terkena air yang masuk dalam rumah.

"Teluk Air dekat Tepekong, lokasi yang kemarin banjir, kini terkena banjir lagi. Abang saya tinggal disana (Teluk Air) katanya air sampai masuk dalam rumah," kata Zul.

Sementara itu, titik banjir di Pelipit memang menjadi langganan yang hingga saat ini seperti tidak ada solusi mengatasinya. Bahkan, jalan yang biasa dilalui banyak pengendara, terpaksa ditutup lantaran terendam oleh banjir yang cukup tinggi.

"Tak bisa lewat karena airnya tinggi, bahkan jalannya ditutup dan dijaga polisi," kata Yogi yang putar balik lantaran tidak bisa lewat di Pelipit.

(aha)