Pertamina Akan Batasi Pembelian BBM Bersubsidi Maksimal 200 Liter per Hari

Pertamina Akan Batasi Pembelian BBM Bersubsidi Maksimal 200 Liter per Hari

Ilustrasi. (Foto: ist)

Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan akan menerapkan pembatasan pembeli BBM bersubsidi, baik itu Pertalite maupun Bio Solar. Langkah itu akan dilakukan dengan sistem digital melalui aplikasi MyPertamina.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, setelah regulasi kriteria pembeli BBM subsidi rampung dibahas pemerintah melalui revisi Perpres No 191/2014, peraturan tersebut akan diterapkan sehingga sistem bisa membatasi secara otomatis.

"Nanti ada detailnya jenis-jenis kendaraan masyarakat berhak itu. Nanti yang sudah ada kriteria yang jelas akan langsung bisa di-set di digitalisasinya sehingga nanti kalau ada yang tidak berhak ini tidak bisa ngocor nozzlenya," kata Nicke dilansir kumparan, Kamis (9/6/2022).

Selain dari penentuan kriteria pembeli, Nicke menjelaskan pembatasan penjualan Pertalite dan Solar juga akan dibatasi dari kuota pembelian harian. MyPertamina nantinya akan mendeteksi kendaraan yang melebihi jumlah kuota.

"Kedua adalah pencurian, bisa dalam arti mencuri ada juga yang membeli berlebihan di SPBU, itu juga sekarang kita sedang set untuk yang kendaraan-kendaraan kita maksimalkan 200 liter (per hari)," tutur Nicke.

"Yang nakalnya tuh mereka beli 150 liter, lalu beli lagi 150 liter, beli lagi 100 liter, jadi total dalam sehari itu bisa 200 liter misalnya. Itu juga sama secara sistem akan menolong (diatur)," tambahnya.

Dengan sistem digitalisasi tersebut, dia pun mewajibkan seluruh kendaraan yang berhak wajib mendaftarkan nomor pelat kendaraannya di aplikasi MyPertamina jika ingin mendapatkan BBM subsidi.

"Sekarang dari nomor kendaraan sehingga nanti untuk yang berhak itu harus terdaftar di MyPertamina. Jadi kalo enggak ada itu otomatis tidak bisa," tegas Nicke.

Sementara itu, Nicke menjelaskan kerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) akan membuat sistem digitalisasi di MyPertamina berjalan dengan lebih baik dan tepat sasaran melalui penerapan artificial intelligence (AI).

"Dari data-data yang ada kita olah dengan artificial intelligence. Kita masukan ada dua algoritma yang kita sebut sebagai integrated exception management, kita masukan dua sinyal yang kita coba tangkap," tutur Nicke.

Nicke melanjutkan, sinyal pertama adalah kendaraan dengan pembelian Solar di atas 200 liter per hari, dan sinyal kedua adalah pembelian yang berulang dengan nomor polisi yang sama.

"Sekarang dengan dua sinyal saja per hari kita bisa menangkap sekitar 500 transaksi yang tertangkap dengan sinyal ini, kemudian jika nanti kita otomatis tidak bisa keluar dari nozzle-nya, penghematan uang negara bisa besar," imbuh Nicke.

Selanjutnya, sistem digitalisasi MyPertamina tersebut akan terhubung langsung dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Sehingga jika akan melakukan penangkapan itu bisa terlihat otomatis di aplikasi tersebut.

"Itu yang kita lakukan untuk menyelamatkan keuangan negara karena setelah ada tambahan subsidi, kita berupaya supaya kuota tidak bengkak, yaitu dengan sistem yang bisa menjamin penyaluran BBM bisa tepat sasaran," pungkasnya.

Komentar Via Facebook :