Disnaker Karimun Targetkan Pelatihan 2.000 Calon Tenaga Kerja hingga 2024

Disnaker Karimun Targetkan Pelatihan 2.000 Calon Tenaga Kerja hingga 2024

Pelatihan rigger (juru ikat). (Foto: ist)

Karimun, Batamnews - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun menggelar pelatihan berbasis sertifikat di Hotel Aston. Pelatihan ini dilaksanakan sejak Senin (23/5/2022) hingga Jumat (27/5/2022).

Pelatihan kali ini untuk bagian rigger (juru ikat) dan scaffolding (teknisi perancah). Kegiatan menghadirkan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) yang berwenang mengeluarkan sertifikasi.

Ada sebanyak 73 peserta yang mengikuti pelatihan. 37 diantaranya rigger dan 36 peserta untuk scaffolding. Biaya ditanggung Pemkab Karimun.

"Sudah dianggarkan unutk kegiatan pelatihan tahun 2022 ini, melalui APBD Kabupaten Karimun dengan nilai Rp 4 miliar. Yang akan melatih sebanyak 430 calon tenaga kerja," ucap Rafiq.

Pelatihan akan dilakukan secara bertahap khusus bagi pemuda Karimun. Ada sebanyak 17 jenis pelatihan yang akan digelar.

"Dari anggaran segitu akan dibuat sebanyak 17 jenis pelatihan lengkap dengan sertifikasi, khusus untuk pemuda di Kabupaten Karimun secara bertahap dalam satu tahun ini," ujar Rafiq.

Ia berharap peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik. Harapannya kemampuan atau kualitas dan sertifikasi yang dimiliki benar-benar dapat dipergunakan.

Rafiq berterimakasih kepada para anggota DPRD Kabupaten Karimun yang telah menyetujui kegiatan tersebut dalam penganggaran. 

"Apa yang kita lakukan ini merupakan komitmen bersama, karena saya didukung oleh koalisi partai. Pada awal saya menawarkan diri untuk mendapatkan dukungan, ternyata ini sejalan dan akan dikawal besama," ujarnya.

Pada 2024, ia berharap kegiatan ini dapat dituntaskan sekitar 2.000 peserta pelatihan. Namun jika keuangan mencukupi akan mampu mencapai target hingga 3.000 orang.

"Dalam mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta langsung mendapatkan sertifikasi, makanya kita libatkan langsung PJK3 sebagai pihak yang berhak mengeluarkan sertifikatnya. Saya kira tinggal tergantung dari para peserta itu sendiri," ujar Rafiq.

(aha)
Komentar Via Facebook :