Melihat Kesiapan Karimun Buka Kembali Jalur Pelayaran Internasional

Melihat Kesiapan Karimun Buka Kembali Jalur Pelayaran Internasional

Pelabuhan Internasional, Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews - Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, Kepulauan bersiap membuka kembali jalur pelayaran internasional mulai 15 Mei 2022 mendatang.

Kini, pengelola pelabuhan mulai bersiap dengan menggelar simulasi menyambut dibukanya jalur perjalanan luar negeri pada Rabu (11/5/2022).

Simulasi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan sarana dan prasarana, termasuk petugas di pelabuhan dan skema pemeriksaan dokumen dan kelengkapan syarat para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), termasuk skema naik turun penumpang.

Sejumlah unsur terkait terlibat dalam simulasi, seperti pihak Pelindo, KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, Imigrasi, KKP dan juga agen pelayaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjungbalai Karimun, Jon Kenedi, mengatakan seluruh sarana dan prasarana dipastikan sudab siap jika penerapan dibukannya PPLN dari Karimun.

"Persiapan sudah matang, dan dari operator sudah siap. Untuk pelayaran perdana akan dilakukan pada Minggu ini. Sedangkan, untuk persyaratan keberangkatan nanti sesuai SE Satgas COVID-19," kata Jon, saat diwawancara wartawan usai pelaksanaan simulasi.

Untuk diketahui bahwa, tujuan perdana pelayaran internasional nantinya hanya dilakukan untuk rute perjalanan ke pelabuhan Putri Harbour, Johor, Malaysia.

"Sedangkan untuk ke Kukup itu Pemerintah Malaysia harus berkoordinasi dengan pihak pengelola, karena di Kukup itu milik swasta," ucapnya.

Baca: Karimun Buka Kembali Pelayaran Internasional Mulai 15 Mei 2022

Sejauh ini, sudah ada dua operator kapal yang akan melayani perjalanan luar negeri nantinya. Salah satu satunya adalah agen pelayaran dari PT Putramaju Global Indonesia (Global Group).

"Kapalnya sudab siap juga, yang Putri Harbour itu ada dua kapal yang sudah mereka siapkan. Yang ke Kukup itu ada 3 kapal yang disiapkan jika sudab dibuka nanti, sebab ke Kukup itu masih terkendala perizinan," ujar Jon.

Sementara, pimpinan cabang PT Putramaju Global Indonesia Karimun (Global Group), Asrizal, menjelaskan jika pelayaran perdana akan dilaksanakan pada hari Minggu mendatang.

Namun, pada saat simulasi yang digelar, keberangkatan kapal perdana tergantung dengan kepala daerah yaitu Bupati Karimun yang melakukan pelepasan.

"Tapi saat simulasi tadi, ada penyampaian untuk diundur, tapi semoga saja tidak, karena kepala daerah akan melaksanakan pelepasan," ujar Asrizal. 

Mengenai trip nantinya, pihaknya akan menyesuaikan dengan kebutuhan penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Negeri Jiran tersebut.

"Tentu sesuai kebutuhan nanti, kita lihat anstusias masyarakat lah," ucapnya.

(aha)