Cegah Skimming, Wahyu Wahyudin Minta Bank Perketat Pengawasan ATM

Cegah Skimming, Wahyu Wahyudin Minta Bank Perketat Pengawasan ATM

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin (Foto: Ist)

Batam, Batamnews - Sejumlah mesin ATM Bank Riau-Kepri di Batam dikerjai pelaku skimming. Duit nasabah ludes hingga puluhan juta rupiah. Pihak bank mendeteksi alat skimmer dipasang di beberapa mesin ATM mereka.

Kantor Pusat Bank Riau Kepri menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh nasabah melalui siaran pers, atas kasus skimming yang menimpa sejumlah nasabah mereka di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Untuk menangani kasus skimming tersebut, pihaknya telah menunjuk tim dari kantor pusat untuk melakukan investigasi dan identifikasi terhadap nasabah yang terkena skimming di sejumlah ATM di Kota Batam. 

Baca juga: Bank Riau Kepri Bentuk Tim Investigasi Kejahatan Skimming di Batam

Saat ini, pihaknya sedang memproses pendataan nasabah. Bank menjamin simpanan seluruh nasabah tetap aman, dan seluruh nasabah tidak perlu panik atau khawatir.

“Bank bertanggung jawab atas seluruh kerugian nasabah yang terbukti menjadi korban skimming,” kata Pemimpin Divisi sekretariat Perusahaan, Edi Wardana, Selasa (10/5/2022). 

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin mengapresiasi langkah cepat Bank Riau Kepri dalam membentuk tim investigasi kasus tersebut. Politisi PKS ini pun meminta kasus ini dapat diusut tuntas dan berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Baca juga: Bank Riau-Kepri Siap Ganti Uang Nasabah yang Dijebol Pelaku Skimming

"Saya mengapresiasi langkah Bank Riau Kepri membentuk tim investigasi, harus tuntas dan transparan jangan ada yang ditutup-tutupi. Bank Riau Kepri ini kan bank daerah kebanggaan kita, saya tidak mau peristiwa ini terulang kembali," kata Wahyu Wahyudin.

Menurut Anggota DPRD Kepri yang terpilih dari Dapil Nongsa ini, ke depan Bank Riau Kepri harus meningkatkan keamanan dan pengawasan pada mesin ATM-nya.

"Peristiwa ini saya harapkan menjadi pelajaran, keamanan pada mesin ATM harus ditingkatkan dan tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada Bank Lainnya," pungkasnya.

(ruz)