Singapura Larang Pemutaran Film The Kashmir Files, Ini Alasannya

Singapura Larang Pemutaran Film The Kashmir Files, Ini Alasannya

(Foto: via Antara)

Singapura - Singapura telah melarang pemutaran film India yang kontroversial tentang migrasi umat Hindu dari Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim karena berpotensi memprovokasi perselisihan antara komunitas yang berbeda.

Film 'The Kashmir Files' menuai pujian dari Perdana Menteri India Narendra Modi dan pengikut nasionalis senior partai Hindu, selain menjadi salah satu film dengan koleksi box-office tertinggi di India.

Namun, kritikus mengatakan itu memiliki sentimen anti-Islam dan tidak didasarkan pada fakta yang akurat.

Pemerintah Singapura dalam sebuah pernyataan, mengatakan film itu tidak akan diklasifikasikan karena provokasi dan penggambaran yang bias terhadap Muslim dan penggambaran umat Hindu yang dianiaya dalam konflik yang sedang berlangsung di Kashmir.

“Penggambaran ini berpotensi menciptakan perselisihan di antara komunitas yang berbeda, dan mengganggu kohesi sosial dan kerukunan beragama di masyarakat kita yang multi-rasial dan multi-agama,” kata Pemerintah Singapura, dilansir Reuters, Selasa (10/5/2022).

Berdasarkan Pedoman Klasifikasi Film, materi apa pun yang menyinggung masyarakat, ras, atau agama di Singapura tidak akan diklasifikasikan.

Film yang ditolak tidak boleh dijual, disewakan, dimiliki, diimpor, atau ditayangkan kepada publik di negara ini.

Singapura berpenduduk 5,5 juta jiwa, terdiri dari Tionghoa, Melayu, dan India.

Negara ini memiliki undang-undang ketat yang menghukum siapa pun yang mencoba mengganggu kerukunan beragama dalam masyarakat multiras.

The Kashmir Files menceritakan migrasi umat Hindu dari Kashmir yang mayoritas Muslim pada 1990-an, dan plotnya mengikuti kisah fiksi seorang mahasiswa yang menemukan orang tuanya dibunuh oleh militan. 

(dod)