Guardiola Dikutuk Takkan Juara Liga Champions Lagi

Guardiola Dikutuk Takkan Juara Liga Champions Lagi

Pep Guardiola, manajer Man City, masih belum bisa juara Liga Champions lagi. Foto: Getty Images/Michael Regan

Batam - Manchester City, yang ditangani Pep Guardiola, kena comeback dramatis Real Madrid sehingga keok di semifinal Liga Champions. Sebuah "kutukan" buat Pep pun kembali ramai dibahas.

Tiket final Liga Champions sebenarnya sempat sudah berada sangat dekat di depan mata Man City-nya Guardiola. Tapi semua sirna dalam sekejap.

Menjalani leg kedua di Santiago Bernabeu markas Real Madrid, Man City datang dengan keunggulan agregat 4-3. Gol Riyad Mahrez di menit ke-73 lantas menebalkan asa maju ke partai puncak.

Namun, sepasang gol Rodrygo buat Real Madrid kemudian hadir menghentak jelang berakhirnya waktu normal. Comeback El Real lantas disempurnakan Karim Benzema saat extra time.

Real Madrid ke final Liga Champions. Man City, sebaliknya, mesti gigit jari.

Hasil itu sekaligus membuat Pep Guardiola kembali gagal mengulangi kesuksesan juara Liga Champions sejak kali terakhir melakukannya 11 tahun lalu.

Semasa melatih Barcelona, Pep dua kali meraih trofi si Telinga Besar yakni pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. Sejak itu belum ada lagi tambahan, baik di Bayern Munich dulu maupun di Man City saat ini -- dua klub top dan kaya raya.

Kegagalan teranyar Pep Guardiola di Liga Champions sekali lagi memunculkan sebuah pernyataan masa lalu -- yang kembali viral di media sosial. Isinya adalah sebuah kalimat berisikan kekesalan Dimitriy Seluk, agen Yaya Toure.

Pada tahun 2018 silam, Seluk yang kesal pernah berkomentar bahwa Pep Guardiola sudah bikin geram sepenjuru Afrika dengan membuat Yaya Toure jadi penghangat bangku cadangan semasa tahun terakhir si pesepakbola di Man City. Seluk saat itu bahkan memunculkan perihal kutukan: Pep Guardiola takkan pernah lagi juara Liga Champions!

"Ia (Guardiola) sudah membuat seluruh Afrika jadi musuhnya, banyak fans Afrika yang beralih dari Manchester City," kata Seluk mengklaim pada saat itu.

"Dan saya yakin di masa depan ada banyak dukun Afrika yang tidak bakal membiarkan Guardiola juara Liga Champions. Ini akan jadi kutukan Afrika buat Guardiola. Kenyataan di masa depan akan membuktikan kebenaran ucapan saya."

"Cara Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bahkan semata-mata bukan sebuah kesalahan, tapi sebuah kejahatan. Bumerangnya akan kembali, Pep. Kamu akan lihat seperti apa kesaktian dukun Afrika. Selalu ingat itu."

(fox)