Pekan Depan, TNI dan Polri Bagikan BLT Minyak Goreng Lewat Aplikasi
ilustrasi
Jakarta, Batamnews - Presiden Joko Widodo telah menunjuk TNI dan Polri untuk membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng kepada para Pedagang Kali Lima (PKL) yang menjual aneka makanan digoreng. Maka untuk pendataanya akan dilakukan menggunakan aplikasi.
Penyaluran melalui TNI akan menggunakan Sistem Aplikasi BT-PKLWN buatan Telkom. Sedangkan penyaluran melalui Polri menggunakan Aplikasi Puskeu Presisi.
Baca juga: Cara Cek BLT Minyak Goreng yang Cair Minggu Depan
"Penggunaan mobile application yang dioperasikan secara real-time akan membangun akuntabilitas, transparansi dan mendukung agar program ini tepat sasaran,” kata Sekertaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono di Jakarta, Minggu, (10/4/2022).
Susi mengatakan intuk percepatan Program BLT Migor yang menggunakan skema BT-PKLWN ini, telah dilakukan persiapan teknis yang terus dikejar penyelesaiannya. Terutama oleh TNI dan POLRI yakni mengenai dokumen Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis dari Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Kepala POLRI. Dokumen tersebut yang akan menjadi dasar pelaksanaan penyaluran BLT MiGor.
Selain itu juga sedang dilakukan penyesuaian sistem aplikasi untuk menampung data dan pelaksanaan penyaluran bantuan. Targetnya minggu depan semua proses administrasi, perubahan sistem dan sosialisasi/bimbingan teknis ke jajaran vertikal TNI/ POLRI di 514 Kabupaten/Kota sudah selesai dan akan bisa mulai dilakukan penyaluran oleh TNI dan POLRI.
"Targetnya minggu depan semua proses administrasi sudah selesai dan bisa mulai penyaluran," kata dia.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar program ini segera dirilis dan dilakukan pencairan dana. Penyaluran harus selesai sebelum lebaran idulfitri berlangsung.
Baca juga: Bertambah! Penerima BLT Minyak Goreng Jadi 23,15 Juta Orang
"Program BLT MiGor sudah harus tersalurkan pada Ramadhan ini, atau paling lambat seminggu sebelum Idul Fitri. Karena itu, Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu selaku Pengelola Program PEN terus mendorong TNI/ POLRI untuk mempercepat penyaluran program BLT MiGor ini,” ungkap Sesmenko Susiwijono.
Adanya program BLT MiGor ini, diharapkan akan mampu menjaga daya beli dan mengurangi beban masyarakat. Terutama yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, khususnya kebutuhan minyak goreng.
Sebagai informasi, penyaluran BLT migor terdiri dari 2 rumpun. Pertama, BLT migor di rumpun Program BT-PKLWN yang akan diberikan kepada 2,5 juta PKL dan Warung (utamanya yang mempunyai usaha makanan) di 514 Kabupaten/Kota. Masing-masing menerima sebesar Rp 100.000 per PKL/bulan selama 3 bulan. Penyalurannya akan diberikan sekaligus sebesar Rp 300.000 per penerima.
Kedua, di rumpun Program BanSos Pangan akan diberikan kepada 20,65 juta KPM. Terdiri dari 18,8 juta penerima BPNT (Kartu Sembako) dan 1,85 juta PKH yang tidak menerima BPNT. Dana yang diberikan masing-masing Rp 100.000 per KPM/bulan selama 3 bulan (April-Juni 2022). Dana tersebut akan diberikan sekaligus sebesar Rp 300.000.
Untuk membiayai BLT migor, pemerintah menggunakan anggaran Program PEN 2022 sebesar Rp 6,19 triliun melalui DIPA Kementerian Sosial untuk BLT MiGor rumpun BanSos Pangan. Sedangkan untuk BLT Migor rumpun program BT-PKLWN disiapkan anggaran sebesar Rp 750 miliar melalui anggaran di TNI/POLRI. Sehingga total anggaran yang dialokasikan untuk BLT Migor sebesar Rp 6,94 miliar.
Komentar Via Facebook :